PKN 2020 Terbitkan Rekomendasi Agenda dan Sikap Budaya Hadapi Kenormalan Baru

KBRN, Jakarta : Parade Maha Karya Topeng Nusantara menjadi penampilan penutup Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) Tahun 2020 yang secara resmi ditutup oleh Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy.

Acara yang mengusung tema “Ruang Bersama Indonesia Bahagia” dan digelar sejak tanggal 31 Oktober hingga 30 November 2020 itu menghasilkan sepuluh rekomendasi agenda dan sikap budaya.

“Pertama, kewajaran baru memerlukan tatanan baru. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya; menjadi etika dasar kehidupan bersama. Sikap budaya yang responsif, aktif, peduli dan berorientasi pada pemuliaan kehidupan menjadi landasan bagi era kewajaran baru ini,” ujar Muhadjir.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hilmar Farid mengatakan bahwa budaya adalah sesuatu yang organi. “Itulah kekuatan yang tidak dimiliki oleh negara lain. Budaya adalah kita,” kata Hilmar, Selasa (1/12/2020).

Kedua, keselarasan raya menjadi platform untuk kerjasama antar kekuatan budaya. Keselarasan adalah tindak merajut nilai-nilai, merawat alam, dan meruwat tubuh masyarakat.

“Keselarasan antara diri dan masyarakat, antara alam dan kalam, antara sekala dan niskala, menjadi nafas perkembangan keadaban. Sebagaimana pesan Presiden Joko Widodo, mari kita terus jaga bumi kita dengan sehormat-hormatnya,” kata Muhadjir.

Ketiga, lanjutnya, kemandirian menjadi cara sekaligus sasaran melakukan tindak budaya. Kemandirian sebagai proses manusia menemukan diri, menjadi diri sekaligus memuliakan martabat manusia. Kemandirian melahirkan rasa merdeka dan kebebasan kreatif.

“Keempat, Tutur dan Kultur, Tanah dan Air merupakan modal dasar ekonomi yang menggerakkan kehidupan. Ekonomi kini bersandar pada sumber daya pengetahuan dan jaringan sosial yang cerdas. Jaminan pendapatan dasar menjadi alas kesejahteraan sosial,” ucap Muhadjir.

Kelima, menghidupkan gotong-royong sebagai model dan metode pemulihan kolektif. Ekonomi berbagi dan koperasi digiatkan sebagai pilar kerja sama yang mengusung asas kerakyatan, dari rakyat, dan untuk rakyat.

Keenam, menyusun peta jalan kebijakan pangan sebagai alur utama strategi kebudayaan meliputi lokalitas, biodiversitas dan kekayaan rasa sebagai identitas bersama dan gaya hidup. Budaya kuliner menjadi ekspresi paling progresif untuk dipublikasikan.

“Dengan berasal dari budaya tradisi, muncul pengetahuan, pengolahan pangan, ragam pakaian, simpul ikat, serat tanaman, ragam bangunan, transportasi hingga ekspresi artistik,” jelas Menko Muhadjir.

Ketujuh, berbagai rintisan dalam budaya kaum muda menghasilkan kreativitas berupa Gerakan Bank Sampah Dua Tahunan, diet tanpa plastik, musik indie, gerakan berkebun, menganyam alam, aksara kunokini, bahan pangan lokal, kebangkitan arsitektur dan desain Nusantara. Seluruhnya menjadi kompas dan rekam jejak di masa depan.

“Kedelapan, mendorong semaraknya kewirausahaan sosial dan wirabudaya sebagai pilihan karier dan profesi. Membangun platform bagi industri kreatif dan ekonomi kehidupan,” tutur Muhadjir.

Kesembilan, pandemi membuka hubungan baru antara budaya desa dan kota. Meleburkan kesadaran-ruang dan ruang-kesadaran. Dibutuhkan kebijakan komprehensif dan epistemologi ekologi budaya yang menghubungkan keduanya.

Kesepuluh, merekomendasikan pemerintah untuk menjalankan pengelolaan kebudayaan dan lingkungan dalam satu kebijakan yang terpadu. “Mari kita terus kobarkan revolusi mental untuk Indonesia yang berubah semakin baik dan Indonesia yang berkemajuan,” pungkas Menko PMK, Muhadjir Effendy.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00