Dinilai Lecehkan Islam, Pemerintah Diminta Usir Dubes Prancis

KBRN, Jakarta : Dampak dari komentar Presiden Prancis Emmanuel Macron terhadap Islam dan umatnya mendapatkan reaksi dan kecaman dunia pada awal Oktober 2020 lalu. Hal itu yang menyulut kemarahan umat Islam di Indonesia, termasuk yang berada di DKI Jakarta.

Terkait hal itu, Komite Perjuangan Umat (KPU) berencana melakukan aksi penyampaian pendapat di depan Kedutaan Besar Prancis, di Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin (2/11/2020) mendatang bersama komponen umat Islam lainnya.

Ketua KPU, Faisal Kunhi, mengatakan pihaknya bersama komponen umat islam lainnya akan bersama-sama melakukan protes keras dan meminta kepada Duta Besar Prancis di Indonesia untuk pulang ke negaranya.

“Tidak pantas mereka berada di Indonesia, yang mayoritas rakyatnya Muslim,” tegas Faisal melalui keterangan pers di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

Menurut Faisal, yang menjadi pemicu kemarahan umat Islam di Indonesia bahkan di dunia adalah ucapan rasis dari Presiden Prancis yang mengatakan “Islam adalah agama yang mengalami krisis di seluruh dunia", seperti yang dikutip dari beberapa media online di ibukota.

Ucapan Presiden Macron ini, kata Faisal, karena adanya pembunuhan seorang pengajar sejarah di Prancis, Samuel Paty (47), di daerah Eragny oleh seorang pemuda pendatang dari Chechnya, Abdoullakh Abouyezidovitch (18).

Pemicunya adalah Samuel Paty sempat membahas tentang kartun Nabi Muhammad S.A.W. di dalam kelas yang kemudian menuai kontroversi. Di awal, Paty sudah mengizinkan sejumlah pelajar Muslim untuk keluar kelas jika tidak sepakat dengan materi yang dia bahas.

“Ketika Nabi kami yang dilecehkan dan dijadikan bahan olok-olokan di kelas, maka tidak ada tawar menawar bahwa itu sudah menginjak-injak keimanan kami,” kata Faisal.

Untuk itu, lanjut Faisal, Pemerintah harus tegas dengan pemimpin dunia yang mengeluarkan ucapan-ucapan yang menyakiti perasaan umat lain. “Mari jaga perbedaan dan perdamaian dengan tidak melecehkan agama dan umat lainnya, khususnya Islam,” pungkas Faisal.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00