Menatap Kebangkitan Pariwisata Ramah Muslim Pasca Pandemi Covid-19

KBRN, Jakarta : Pandemi Covid-19 telah berdampak signifikan bagi industri pariwisata, termasuk pariwisata ramah muslim di Indonesia.

Menurunnya angka kunjungan wisatawan nusantara dan juga mancanegara, telah membuat geliat bisnis pariwisata berujung pada krisis yang tak pernah diduga.

Namun, semangat untuk bangkit di balik pandemi ini menjadi perjuangan kolektif yang harus digaungkan banyak pihak. Tidak hanya pelaku usaha, namun juga pemerintah, organisasi profesi, dan tentunya masyarakat sebagai ujung tombak keberhasilannya.

Menebarkan semangat optimisme tersebut menjadi tujuan utama Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) untuk kembali mengusung event “The 2nd International Halal Tourism Summit (IHTS)" yang berlangsung dalam gelaran ”The 7th Indonesia Sharia Economic Festival (7th ISEF)” tahun 2020 ini.

Berbagai acara telah dilangsungkan, seperti diskusi bisnis, focus group discussion dengan para stakeholder pariwisata ramah muslim, virtual exhibition, dan diakhiri dengan konferensi internasional terkait pariwisata halal.

Bekerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Panitia Pelaksana IHTS 2020 dan The 7th ISEF 2020 kembali melaksanakan gelaran konferensi internasional yang bertajuk “Strategic Innovation for Sustainable Muslim Friendly Tourism”.

Pelaksanaan konferensi internasional yang kedua ini merupakan komitmen PPHI dalam menebarkan semangat optimisme bagi para pelaku pariwisata, khususnya pariwisata ramah muslim di Indonesia dan juga dunia.

Selanjutnya : IHTS2020

Halaman 1 dari 3

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00