Konservasi Jalur Rempah Nusantara Butuh Dukungan Banyak Pihak

KBRN, Jakarta : Jalur Rempah Indonesia disiapkan menjadi jalur diplomasi internasional bidang kebudayaan. Karena, jejak rempah Indonesia dinilai telah menjadi ikon budaya yang mendunia.

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Restu Gunawan mengatakan rempah-rempah di Indonesia dapat dikembangkan menjadi obat-obatan herbal, karena saat ini semakin banyak orang yang enggan mengkonsumsi obat kimia.

"Nah ini kita perlu revitalisasi, konservasi lagi. Tentu tidak bisa Kemendikbud saja, tentu harus kerjasama dengan Kementerian Pertanian misalnya dan pihak lainnya," ujar Restu dalam acara Numpang Nampang di Pro 2 RRI Jakarta, Selasa (20/10/2020).

"Supaya orang kalau ke Banda misalnya bisa menemukan kebon-kebon palanya lagi yang sudah ratusan tahun itu kita lestarikan. Kan masih ada tuh beberapa di sana. Nanti dikembangkan menjadi pusat pariwisata berbasis jalur rempah-rempah," katanya.

Menurutnya, dari aspek sejarah, jalur rempah nusantara tidak berbeda jauh dengan jalur sutera di Cina. "Itu mereka secara drastis pengembangan pembangunannya pariwisata macam-macam dari jalur sutera itu. Nah itu (jalur rempah) hampir sama usianya. Bedanya (jalur rempah) terlupakan," ucapnya.

Padahal, lanjut Restu, bangsa Indonesia seharusnya bangga terhadap jalur rempah nusantara. "Ketika raja di Spanyol dan Portugis membagi dunia menjadi dua, ke barat dan ke timur, salah satu tujuannya adalah mencari rempah-rempah itu, dan rempah-rempah hanya ada di Indonesia. Itu sesuatu yang luar biasa yang mestinya kita bangga, tapi terus setelah bangga kita mau ngapain," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00