Pengamat: Keppres Pengangkatan Arman Depari di BNN Keterlaluan

KBRN, Jakarta : RIDMA Foundation turut menyoroti terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) 116/2020 yang dikeluarkan pada bulan Juli 2020 lalu.

Pasalnya, dalam Keppres tersebut memuat tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan BNN, Arman Depari, akan dilantik kembali sebagai Deputi Pemberantasan.

Sedangkan dalam Telegram Kapolri dengan nomor ST/2557/IX/KEP./2020 menyebutkan bahwa Irjen Arman Depari dimutasi dari posisi Deputi Pemberantasan di BNN dan kembali ke Polri.

Ketua RIDMA Foundation, Budi Raharjo menyayangkan situasi ini. Ia menilai bukan saja tak lazim terjadi, perwira tinggi polisi yang memasuki masa pensiun diangkat kembali melalui Keppres untuk menempati posisi yang sama.

"Tak sekedar membingungkan, tapi keterlaluan. Kapan kesempatan buat junior dan ASN," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Budi juga mengkritisi kebijakan pimpinan BNN atau Mabes Polri, termasuk admin Keppres itu. Karena ketidakjelasan ini dapat menyebabkan kegaduhan internal, sehingga menimbulkan turbulensi di tubuh BNN. "Karena dalam pergantian itu tidak mungkin belum disiapkan pengganti. Pasti ada tiga nama yang diusulkan," kata Budi.

Bahkan, Budi menyatakan, baru kali ini jabatan Deputi Pemberantasan akan diisi sosok polisi yang memasuki masa pensiun. "Setiap zaman ada orangnya, setiap orang ada zamannya," pungkasnya.

Selanjutnya : BNN

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00