Kebijakan Rem Darurat, PKS Ingin Semua Pihak Dukung Anies

KBRN, Jakarta : Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menarik rem darurat atau emergency brake policy pada Rabu (9/9/2020) malam.

Kebijakan itu membuat warga ibukota harus kembali ke Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti awal pandemi Covid-19 pada Maret lalu.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Mohammad Arifin mengatakan, situasi sulit ini harus diambil, ditengah kondisi ibukota yang semakin mengkhawatirkan.

“Pemprov DKI sudah melakukan kurang lebih lima kali PSBB fase pertama sampai Kamis 10 September,” ujar Arifin di Jakarta, Jum'at (11/9/2020).

Namun, pria yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta ini menilai kondisi Jakarta terus mengkhawatirkan sampai PSBB Masa Transisi terus berulang.

“Untuk itu, perlu komitmen semua warga masyarakat dan dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat dan agama, yang terus menggencarkan informasi dan edukasi protokol kesehatan 3 M,” kata Arifin.

Menurut politisi PKS ini, beban Rumah Sakit (RS) di Jakarta sudah berat, jika tidak dilakukan pengetatan kembali dengan rem darurat ini, dikhawatirkan pelayanan di RS bisa kolaps.

“Karena pasien membludak dan melebihi kapasitas RS, serta ketersediaan tenaga kesehatan,” ucap anggota DPRD DKI Jakarta dari daerah pemilihan Jakarta Utara II ini.

Ia juga menilai, Pemprov DKI Jakarta perlu mengkaji, supaya mulai pekan depan RS hanya khusus menerima pasien Covid-19 yang berat dan kritis.

“Dan yang ringan atau sedang diarahkan ke tempat isolasi yang disediakan seperti GOR, upaya ini agar pelayanan kesehatan tetap berjalan bagi masyarakat yang sakit non covid,” tuturnya.

“Memang perlu dikaji segera, silahkan Pemprov DKI melakukannya, misalnya pekan besok tower 4 dan 5 di Wisma Atlet mulai dibuka, dengan kapasitas 4000 pasien, kalau itu penuh, akan ke Asrama Haji, berikutnya ke kamar-kamar di Pusdiklat milik pemerintah, baru pilihan terakhir ruang isolasi mandiri di GOR yang sudah disediakan,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00