Terapkan Protokol Kesehatan, Bank DKI Imbau Pembayaran PKB Secara Non Tunai

KBRN, Jakarta : Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Bank DKI mengimbau pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dilakukan secara non tunai.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini mengatakan bahwa pembayaran PKB dapat dilakukan secara non tunai, melalui layanan e-channel Bank DKI seperti JakOne Mobile, ATM maupun debit EDC.

Menurut Herry, untuk melakukan pembayaran PKB melalui JakOne Mobile, Wajib Pajak (WP) dapat melakukan pembayaran melalui tiga cara.

“Diantaranya menu pembayaran pajak eSamsat DKI Jakarta, melalui menu pembayaran pajak eSamsat Nasional (kode bayar diperoleh dari aplikasi SAMOLNAS, Samsat Online Nasional), dan melalui pembayaran Scan QRIS di loket pembayaran Samsat,” ujarnya di Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Bagi WP yang memiliki data NIK yang sama antara data di kepemilikan kendaraan dengan data pada Bank, dapat melakukan pembayaran PKB melalui menu pembayaran eSamsat DKI Jakarta pada aplikasi JakOne Mobile.

“Caranya masukkan nomor polisi kendaraan, pilih sumber dana dan lakukan pembayaran sesuai nominal pembayaran pajak yang tertera,” katanya.

“Sedangkan WP yang ingin segera mendapat lembar pengesahan ataupun yang ingin membayar Pajak tahun ke-5, pembayaran PKB dapat dilakukan dengan pembayaran Scan QRIS di Loket Pembayaran Samsat,” ucapnya.

Sementara, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Dedi Supriadi menilai hal itu merupakan terobosan yang baik dari Bank DKI.

Karena, kata Dedi, saat ini penularan Covid-19 bukan hanya melalui medium seperti uang cash, tapi justru berkumpulnya orang di satu tempat dengan pengabaian terhadap protokol kesehatan dan jaga jarak.

“Pembayaran pajak kendaraan nontunai akan sangat mengurangi interaksi antarmanusia,” tutur anggota Fraksi PKS DPRD DKI dari daerah pemilihan 8 Jakarta Selatan ini.

Dedi menyatakan yang perlu dilakukan oleh Bank DKI dan Badan Pendapatan Daerah adalah sosialisasi yang massif kepada masyarakat.

“Selain itu juga kemudahan bagi pembayaran nontunai dari Bank selain Bank DKI, alias interkonektivitas moda perbankannya,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00