Rumah Penampungan PMI di Sambangi Ditemukan Calon PMI Ilegal

KBRN, Jakarta: Rumah tempat penampungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal disambangi tim Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Perumahan Permata Cibubur, Cluster Phoenix, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Senin sore 13/7/2020).

Penggerebekan dipimpin langsung Kepala BP2MI Benny Rhamdani sekitar pukul 16.00 WIB.

"Tim berhasil mengamankan sejumlah dokumen calon PMI dan PT Sentosa Karta Aditama selaku perusahaan penyalur", sebutnya dalam keterangan tertulis yang diterima RRI.

Selain itu, ujar Benny, turut diamankan dua calon PMI dan istri pemilik PT Sentosa Karta Aditama. Dua calon PMI yang diamankan bernama Dewi dan Yanto, pasangan suami istri asal Garut."Lima calon PMI lainnya tidak ada di penampungan", ujar Dewi, calon PMI di penampungan, saat ditanya oleh tim.

"Kami mendapat informasi calon PMI dipekerjakan sementara di sebuah warung bakso tak jauh dari tempat penampungan. Tim bergerak ke sana, diamankan satu calon PMI yang merupakan suami Dewi. Lima lainnya sudah tidak ada," ujarnya.Benny mengatakan, dari keterengan para korban mereka diiming-imingi pekerjaan menggiurkan di Singapura.

"Tapi proses pengiriman tidak menggunakan prosedur yang resmi.Sesuai prosedur yang ditetapkan, para calon PMI yang akan dikirim ke luar negeri harus didaftarkan ke Dinas Tenaga Kerja, dilakukan seleksi, uji kompetensi, pelatihan bahasa, dan pemeriksaan kesehatan", paparnya.

Calon PMI tidak melewati semua prosedur itu. Mereka sudah enam bulan di penampungan dan tidak tahu kapan akan diberangkatkan," tandasnya.

Benny mengungkapkan, penggerebekan dilakukan setelah tim menerima laporan dari masyarakat. Terhadap Dewi dan Yanto serta istri pemilik perusahaan yang diamankan, langsung dilakukan BAP di gedung BP2MI. Setelah di BAP hari ini tim dari BP2MI akan membuat laporan ke kepolisian.

"Perusahaan dan perekrut yang terlibat akan kita seret secara hukum. Kita minta ditindak tegas. Apa yang kita lakukan ini menunjukkan negara hadir. Negara tidak boleh kalah dari para sindikat PMI ilegal," tandasnya. (IRV)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00