Pegawai Dishub Depok Penghadang Ambulance Terancam Sanki Berat

Pengendara motor yang menghadang Ambulan tengah adu argumen dengan pengemudi Ambulan dilokasi kejadian Jalan Raya Sawangan.

KBRN, Depok : Aksi penghadangan ambulance yang sedang membawa pasien oleh pengendara motor di Jalan Raya Sawangan, Kota Depok, pada, Sabtu (11/7/2020l pagi, berbuntut panjang.

Sebab, kejadian itu menjadi viral di media sosial setelah direkam oleh perawat yang berada di dalam ambulans dengan video berdurasi 59 detik.

Usut punya usut, pengendara motor arogan tersebut ternyata bernama Hindra Gunawan. Dia merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota Depok, yang bertugas di Dinas Perhubungan.

"Ya benar yang bersangkutan adalah ASN dan bertugas di Dishub Kota Depok Golongan 3 C," kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok Supian Suri saat dikonfirmasi RRI melalui pesan Whatsapp, Senin (13/7/2020).

Dalam video tersebut pengendara motor dengan nomor polisi B 6831 ZJF menghadang mobil ambulans di tengah jalan dan memaki petugas sopir ambulans. Tidak puas dengan memaki sopir ambulans, pengendara motor ini pun sempat ingin mengambil paksa kunci motor relawan pengawal ambulans yang sedang mengawal mobil ambulans itu.

"Masih kita pelajari untuk sanksi-nya. Yang bersangkutan adalah ASN angkatan tahun 2009," tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Pancoran Mas Kompol Trihardi mengatakan kasus itu tidak diusut oleh pihak kepolisian karena tidak ada laporan dari pihak terkait. Meski sempat beradu argumen, kedua belah pihak rupanya berdamai di lokasi.

"Mereka pada akhirnya berdamai dan kerugian materi juga tidak ada, juga tidak ada laporan ke personel polantas yang ada di depan pintu tol Sawangan 4," ucap Trihardi.

Untuk sekedar diketahui, hak ambulans sudah diatur sesuai undang-undang No 22 Tahun 2009 tentang Jalan Raya dan Angkutan. Dalam Pasal 134 diatur mengenai kendaraan yang wajib didahulukan saat ditemui di jalan raya.

Berikut urutannya:

1. Pemadam kebakaran.

2. Ambulan.

3. Kendaraan yang membantu kecelakaan di jalan raya.

4. Kendaraan pimpinan lembaga negara.

5. Tamu negara.

6. Iringan pengantar jenazah dan,

7. Rombongan kendaraan untuk kepentingan tertentu sesuai dengan pertimbangan petugas kepolisian.

Jika menghalangi ambulans yang tengah bekerja, berdasarkan UU yang sama, dapat dikenai denda maksimal Rp250 ribu atau penjara maksimal selama satu bulan. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00