Bukan MPLS, Ini Penjelasan Kepsek SMAN 2 Depok Datangkan Siswa ke Sekolah

Siswa Kelas X SMAN 2 Depok

KBRN, Depok : Kepala Sekolah SMAN 2 Depok Rahmat Muhamad menanggapi viral, kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tatap muka yang dilaksanakan sekolah pada hari ini, Senin (13/7/2020).

Rahmat mengatakan, kegiatan yang sebelumnya dikabarkan sebagai MPLS itu, nyatanya bukanlah seperti yang dikabarkan.

"Kegiatan tadi itu hanya sosialisasi menuju MPLS yang akan dilaksanakan mulai besok 14 Juli 2020 secara online," kata Rahmat kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui seluler.

Kata Rahmat, kegiatan sosialisasi yang dilakukan adalah untuk menginformasikan segala keperluan yang dibutuhkan siswa baru, dalam pelaksanaan MPLS secara daring ataupun untuk proses pengajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah.

Ide untuk menghadirkan para siswa baru ke sekolah, dikatakan Rahmat, telah dirancang mengikuti anjuran protokol kesehatan yang ketat. Diantaranya dengan membagi siswa yang masuk kedalam tiga tahap.

"Ada tiga tahap pengarahannya dilakukan di sekolah di mana tiap tahapnya dalam satu kelas juga dibatasi, hanya di isi oleh 18 siswa. Jadi bukan MPLS," ujarnya.

Rahmat mengakui, terkait izin baik dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat selaku pemegang wewenang pendidikan tingkat SMAN/SMKN/SLB maupun ke Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, tidak dilakukan oleh pihaknya sebelumnya.

"Ya memang kami tidak izin karena kami melakukannya sesuai protokol kesehatan. Dan kegiatan juga dilakukan dengan cepat untuk menghindari adanya kerumunan," ucapnya.

Setelah kegiatan sosialisasi hari ini, lanjut Rahmat selanjutnya siswa kelas X SMAN 2 Depok akan tetap melaksanakan MPLS dilanjutkan dengan Belajar Dari Rumah (BDR) secara daring.

Hal senada disampaikan KCD Pendidikan Wilayah II Bogor-Depok Aang Karyana. Dikatakan Aang bahwa kegiatan siswa kelas X SMAN 2 Depok ke sekolah hari ini, dalam rangka mengikuti pembukaan MPLS dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil, yang sampaikan oleh Kadisdik Jabar Dedi Sopandi secara video conference (vicon).

"Itu tadi siswa nonton aja pembukaan pak Gubernur lewat vicon yang di wakili oleh pak Kadisdik pada pukul 08:25 WIB dan selesai pada pukul 09:25 WIB. Jadi siswa nonton itu tadi diruangan kelas," ucap Aang.

Itu pun kata Aang hanya diikuti oleh siswa perwakilan kelas X didampingi kakak kelas nya dari Osis sekolah.

"Perwakilan aja tadi yang datang ke sekolah, itupun dengan seizin orangtua," ungkapnya.

Ada tiga hal yang disampaikan oleh Gubernur Jabar kepada siswa kelas X saat melaksanakan MPLS. Yaitu pertama, tidak ada kekerasan saat melakukan MPLS meskipun dilakukan secara daring.

"Depok kan masih zona kuning, jadi MPLS wajib dilakukan secara daring. Beda dengan Sukabumi yang sudah zona hijau, kegiatan MPLS disana sudah dilakukan secara Luring atau offline," ujarnya.

Kedua, sekolah ramah anak dan ketiga, memotivasi semangat belajar siswa, meskipun kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara online atau BDR.

Informasi yang berhasil dihimpun RRI, selain SMAN 2, ada juga SMAN 3, SMAN 4 dan SMAN 13 yang diduga juga turut melakukan MPLS tatap muka, meskipun hanya 1 jam di sekolah. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00