Benny Rhamdani : Evaluasi Total Penempatan ABK Pada Kapal Penangkapan Ikan Bendera Asing

KBRN,Jakarta : Kabar meninggalnya ABK warga negara Indonesia bernama Hasan Afriadi asal Lampung di kapal penangkap ikan berbendera China membuat geram Kepala BP2MI Benny Rhamdani. Berulangnya peristiwa menimpa PMI ABK warga negara Indonesia membuat Kepala BP2MI akan mendorong kementerian/lembaga terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan pembenahan tata kelola penempatan ABK di kapal berbendera asing.

"Hampir 3 bulan saya bekerja, kasus ABK terus menimpa. Kasus ini harus menjadi momentum kita bersama untuk melepaskan ego sektoral dengan meninggikan kepentingan Merah Putih," ungkap Benny Rhamdani memberi keterangan di Jakarta (9/07/2020).

 PMI ABK penangkap ikan laut lepas sangat rentan eksploitasi maka harus ada penanganan serius dan spesifik agar tidak terjadi lagi korban human trafficking serta kejahatan HAM lainnya.

Ia menjelaskan bahwa BP2MI tidak memiliki wewenang penuh dalam memberikan pelindungan PMI ABK sehingga perlu berbicara dengan kementerian/lembaga terkait. Selain itu, secara teknis kapal penangkap ikan selalu berpindah-pindah dari satu negara ke negara lainnya.

Benny berharap harus ada penanganan khusus dan spesifik penempatan PMI ABK, terutama ABK penangkap ikan yang bekerja di laut lepas atau dikenal ABK LG/letter of guarantee.

"PMI ABK penangkap ikan laut lepas sangat rentan eksploitasi maka harus ada penanganan serius dan spesifik agar tidak terjadi lagi korban human trafficking serta kejahatan HAM lainnya. Sejak kasus pelarungan itu menjadi momentum evaluasi total secara menyeluruh pembenahan tata kelola penempatan dan perlindungan ABK," ujarnya tegas.

Selanjutnya : Benny Rhamdani : Evaluasi Total Penempatan ABK Pada Kapal Penangkapan Ikan Bendera Asing

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00