Macet, Dishub Depok Tagih Janji Pelebaran Jalan Raya Sawangan ke Investor Tol Desari

Antrian kendaraan hingga 1 KM lebih dari Pintu Tol Sawangan 4 hingga pertigaan Parung Bingung

KBRN, Depok : Buntut dari peresmian pembukaan pintu Tol Sawangan 4 tanpa koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Depok. Kepala Dishub Kota Depok Dadang Wihana menyurati Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) karena peresmian pembukaan pintu Tol Sawangan 4 pada Jumat 3 Juli 2020 itu, tidak ada manajemen rekayasa lalu lintasnya.

Manjemen rekayasa lalu lintas, kata Dadang ada keterkaitan dengan komitmen pengembang proyek Tol Sawangan 4. Yaitu melakukan pelebaran disisi Barat dan Timur pintu tol sepanjang 300 meter sebelum diresmikan.

Adapun janji pelebaran itu sepanjang 200 meter ke arah Timur Jalan Raya Sawangan dari pintu tol dan pelebaran sepanjang 100 meter ke arah Barat Jalan Raya Sawangan dari pintu tol.

"Pelebaran ini merupakan salah satu syarat Andalalin yang dulu disepakati sebelum nanti diresmikan. Tapi ujug-ujug pihak tol langsung meresmikan pembukaan tanpa melakukan koordinasi dengan kami dan belum melakukan pelebaran jalan sesuai janji terlebih dahulu," kata Dadang Wihana kepada RRI, Selasa (7/7/2020).

Pelebaran sisi jalan tersebut, lanjut Dadang berfungsi sebagai ruang manuver keluar masuk kendaraan dari dan keluar pintu tol. Tujuannya untuk mengurangi kemacetan yang ada saat ini.

"Sekarang kondisinya begitu, pasca diresmikan tambah macet. Saya belum bisa berkomentar banyak soal ini, BPTJ rencananya akan melakukan pertemuan terkait ini dalam minggu ini. Kita tunggu saja," ujar Dadang.

Sebelumnya, pada Rabu (1/7) lanjut Dadang Manajer Proyek, Kontraktor pembangunan Tol Depok-Antasari (Desari) PT Citra Waspphutowa, Widianto sudah melakukan audiensi kepada Wali Kota Depok Idris Abdul Somad. Idris meminta kepada Widianto agar berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dishub Depok untuk membahas langkah-langkah antisipasi kemacetan.

Dalam pertemuan itu juga, dibahas mengenai pemindahan Kantor Kelurahan Rangkapan Jaya, karena terdampak dari pelebaran sisi Jalan Raya Sawangan ke arah Timur.

"Jadi waktu audiensi itu pak Wali sudah menyampaikan ke manajer proyek tol Desari bahwa sebelum pembukaan agar berkoordinasi dengan Dishub. Termasuk juga untuk kantor Kelurahan Rangkapan Jaya agar dipindahkan sementara di kontrakan," jelas Dadang.

Sehingga pada saat peresmian Pintu Tol Sawangan 4 pada Jumat (3/7), belum ada persiapan bagaimana menyusun skenario-skenario ketika terjadi kemacetan dan lain-lain.

Di Andalalin, sambung Dadang sudah jelas ada hal-hal yang sangat prinsip yang harus dipenuhi oleh investor Tol Desari untuk tahun 2020 ini yakni pelebaran jalan, jangan sampai terjadi kemacetan.

"Bukan hanya Dishub Depok yang tidak dilibatkan di peresmian kemarin. BPTJ yang mengeluarkan Andalalin saja tidak diberitahu, termasuk Dinas PUPR Depok juga tidak diberitahu. Padahalkan ini perlu duduk bareng dan kami membuka tangan lebar-lebar untuk berdiskusi," tandasnya.

Baca Juga: Pintu Tol Sawangan 4 Resmi Dibuka, Jalan Raya Sawangan Tambah Macet

Pantauan RRI, antrian kendaraan terjadi sepanjang 1 KM lebih, mulai dari Pintu Tol Sawangan 4 menuju ke arah Barat hingga pertigaan Parung Bingung. Belum ada lampu merah dilokasi sehingga rawan terjadi kecelakaan akibat aktifitas keluar-masuk kendaraan dari pintu tol. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00