Pemkot Depok Izinkan Ojol Bawa Penumpang

Komunitas GDB gelar aksi damai di depan Balaikota Depok
Kadishub Depok adakan pertemuan dengan Komunitas GDB

KBRN, Depok : Sejumlah pengemudi ojol dari komunitas Grab Depok Bersatu (GDB) melakukan aksi damai di depan Balaikota Depok, Kamis (2/7/2020). Hal ini buntut dari diperpanjangnya PSBB Proporsional Kota Depok masa inkubasi kedua mulai 3-16 Juli 2020.

Lantaran GDB sangat berharap, janji Pemerintah Kota Depok untuk mempertimbangkan mengaktifkan kembali grab bike pada 3 Juli 2020 terancam pupus. Padahal sudah cukup lama mereka menantikan aplikasi grab bike aktif kembali di Depok.

"Kita berharap agar PSBB di tanggal 2 Juli yang di izinkan itu ada perubahan ternyata diperpanjang. Kita (ojol) sudah sangat berharap banget ingin bisa mendapat layanan penumpang kembali di Depok," tutur Pengurus GDB Wawan Cawek kepada RRI di lokasi.

Saat ini, lanjut Wawan, banyak ojol Depok yang migrasi ke Jakarta untuk mencari layanan penumpang. Sebab jika ditinjau dari segi penghasilan, selama grab express atau grab food, penghasilan ojol turun drastis hingga 80%.

"Sebagian temen-temen ini pada lari ke Jakarta karena sudah boleh membawa penumpang. Pendapatan terbanyak di ojol itu dari membawa penumpang, hampir 80 persen pendapatan kami hilang gara-gara ngga boleh bawa penumpang. Makanya kita ingin di Depok juga bisa," ujarnya.

Dibagian lain, Aji Bogel menyebutkan, warga Depok yang bekerja di Jakarta banyak yang sudah mengharapakan ojol dapat kembali membawa penumpang di Depok. Khususnya bagi mereka yang membutuhkan layanan transportasi dari rumah ke stasiun.

"Kalau misalnya kita tetap ngga bisa bawa penumpang di Depok, kita kecewa berat. Karena kita sudah berimajinasi kita akan mendapatkan pendapatan lebih dari layanan penumpang, itu makanya kita melakukan aksi damai ini," ucapnya.

Usai melakukan aksi damai di depan Balaikota Depok, kemudian massa, bergerak menuju kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok di Kalimulya, Kecamatan Cilodong.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana mengatakan setelah mengevaluasi PSBB Proporsional masa inkubasi tahap pertama selesai 2 Juli 2020. Ojol akan di izinkan membawa penumpang pada wilayah kelurahan diluar zona merah, dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Dalam beberapa hari ini dipersiapkan sejumlah perlengkapan, termasuk alat pembatas antara penumpang dan driver dan protokol-protokol kesehatan lainnya," kata Dadang saat dikonfirmasi RRI.

Selanjutnya, pada hari Selasa 7Juli 2020 akan dilaksanakan penandatanganan fakta integritas, baik aplikator maupun driver yang diwakili komunitas.

"Jadi perlu diluruskan bahwa pertemuan dengan komunitas ojol dan aplikator adalah pertemuan yang sudah kami rencanakan pada akhir PSBB Proporsional Tahap 1," tandas Dadang.

Berikut poin penting hasil pertemuan Kadishub dengan komunitas GDB:

1. Pemerintah Kota mengizinkan ojol untuk membawa penumpang dengan protokol kesehatan ketat.

2. Memberlakukan area blocking di wilayah Zona Merah yang terjangkit Covid-19.

3. Berharap bantuan dari pihak aplikator untuk membantu program pemerintah dan melindungi banyak pihak dari Covid-19.

4. Zona ditetapkan per kelurahan.

5. Pembukaan zona tergantung situasi terkini penyebaran Covid-19.

6. Berkomitmen dengan membuat fakta intregritas antar driver ojol dan aplikator.

7. Merumuskan protokol kesehatan yg bisa di aplikasikan oleh pengemudi ojek online.

8. Dishub dan pihak-pihak terkait bertanggungjawab ketika draft sudah dibuat dan di tandatangani.

9. Tanggal 7 Juli 2020 akan dibuat draft komitmen bersama, deklarasi fakta integritas.

10. Semua kebijakan berlangsung dinamis. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00