Jika PSBB Berakhir, Pemprov DKI Diminta Tetap Jaga Ketat Protokol Kesehatan

KBRN, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta untuk bersiap menjalani tatanan kehidupan baru, jelang berakhirnya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta jilid III yang akan berakhir pada 4 Juni 2020.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI, Rani Mauliani menyatakan, skenario tatanan kehidupan baru di tengah pandemi Covid-19 harus dipersiapkan dengan baik, termasuk soal pengawasan penerapan protokol kesehatan di lapangan.

Menurut Rani, penerapan tatanan kehidupan baru tidak boleh dianggap bahwa semua aktivitas masyarakat bisa berlangsung bebas seperti semula tanpa menghiraukan potensi penularan Covid-19.

“Kami mendukung PSBB di Jakarta diakhiri, dengan syarat Pemprov DKI harus menerapkan pengawasan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Rani kepada wartawan di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Pemprov DKI Jakarta, lanjut Rani, harus membuat standar operasional prosedur kesehatan yang jelas mengenai mekanisme pembiasaan hidup normal yang akan dijalani masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Mulai saat ini perlu adanya sosialisasi serta upaya mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dan pola hidup bersih yang baru," katanya.

Karena, kata Rani, tidak bisa dipungkiri bahwa hingga saat ini penularan Covid-19 masih terus berlangsung. Padahal, PSBB yang sudah berlangsung hampir tiga bulan ini telah berdampak buruk terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

“Karenanya, demi keberlangsungan ekonomi, perlu kiranya segera diterapkan tatanan kehidupan baru di masyarakat. Para pengusaha, perkantoran dibuatkan aturan tatanan kehidupan baru yang ketat agar penularan Covid-19 dapat diantisipasi sedini mungkin,” ucapnya.

“Bahkan, Pemprov DKI harus memastikan jangan sampai pelaksanaan tatanan kehidupan baru justru membuat warga mengabaikan jaga jarak,” pungkas Rani.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00