Seminar Leksikografi Indonesia 2019 "Leksikografi dan Literasi Dalam Revolusi Industri 4.O"

KBRN, Jakarta: Pusat Pengembangan dan Perlindungan bahasa dan sastra Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, menyelenggarakan Seminar Leksikografi Indonesia 2019.

Seminar itu digelar di hotel the Sultan Jakarta. Berlngsung selama 3 hari, pada tanggal 11 hingga 13 September 2019.

Dengan mengangkat tema "leksikografi dan literasi dalam revolusi industri 4.O"

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy usai membuka acara itu kepada wartawan mengatakan, Indonesia sudah bergerak menggiatkan pembangunan sumber daya manusia melalui gerakan literasi nasional (GLN). Literasi dapat dianggap sebagai indikator keberhasilan pendidikan.

"Masyarakat yang memiliki tingkat literasi yang lebih baik merupakan masyarakat yang cakap dan kompetitif. Untuk mendukung peningkatan literasi, kamus memiliki peran penting sebagai penyedia informasi dan ilmu pengetahuan sekaligus sebagai rujukan serta alat untuk melestarikan bahasa, "ungkapnya.

Muhadjir Effendy menegaskan peningkatan kualitas dan kuantitas kamus merupakan langkah strategis dalam mendukung gerakan literasi yang akan berujung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Seminar leksikografi Indonesia 2019 diharapkan mampu mewadahi cita-cita besar Indonesia dalam menyambut revolusi industri 4.0,"tandasnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Dadang Sunendar mengatakan, seminar yang mengumpulkan para penyusun, penerbit, pemprogram dan leksikografi ini diharapkan dapat mendorong, memotivasi, dan secara aktif menciptakan sebuah ekosistem perkamusan yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan literasi di Indonesia.

Seminar ini, lanjut Dadang, menghadirkan 5 pembicara kunci ; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy, Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Dadang Suhendar, Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Ali Ibrahim, Kepala Pusat Kurikulum Awaluddin dan seorang pekamus Robert.

"Selain 5 pembicara kunci, seminar ini juga menghadirkan pemakalah panel yang akan memaparkan 13 makalah terpilih. Para pemakalah tersebut membawakan salah satu dari empat subtema, yaitu kamus dan pengembangan literasi, leksikografi berbasis teknologi, leksikografi dan literasi budaya serta leksikografi dalam pendidikan,"paparnya.

Seminar ini juga, tambah Dadang, diikuti oleh peserta dengan berbagai latar belakang profesi; seperti dosen, mahasiswa, guru, penerjemah, penulis buku, jurnalis dan pegiat bahasa yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia; seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat dan Maluku.(IRV)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00