BPN Diminta Tak Batalkan Sertifikat Tanah di Kelapa Gading

KBRN, Jakarta : Pemilik tanah di Kelapa Gading, Jakarta Utara bernama Yudi Astono meminta Kementerian Agraria/BPN tidak membatalkan kepemilikan sertifikat tanah miliknya di Kelapa Gading .

Permintaan ini diperkuat dengan adanya putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta bernomor 182/pdt/2022/pt.dki yg pada amarnya putusan menyatakan bahwa eksekusi Muhamad Fuad Asrori atas tanah tersebut tidak sah. 

Dijelaskan Yudi, tanah bersertifikat Hak Guna Bangun (HGB) nomor 5283 miliknya tiba-tiba digugat kepengadilan oleh Sumarjo dan Muhamad Fuad Asrori pada 2003. Pada masa-masa persidangan,  didapatkan bahwa bukti yang digunakan oleh penggugat berupa Gross Akte Eigendom Verponding Nomor 849 dan Nomor 850 tertanggal 15 April 1953 palsu.

Berdasarkan fakta itu lanjut Yudi, TNI AL dan dirinya kemudian membuat laporan Polisi. Berdasarkan penyidikan Polda Metro Jaya dan hasil Labkrim Puslabfor Bareskrim Polri: Grosse Akta 849 dan 850 yg digunakan oleh Sumarjo & Muhamad Fuad Asrori dalam persidangan terbukti memang palsu.

"Karena aslinya milik TNI AL dan ada di warkah TNI AL," kata Yudi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/7/2022). 

Diketahui, kasus mafia tanah yang menyerobot lahan milik TNI AL dengan modus pemalsuan surat tanah palsu telah bergulir di meja hijau.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Muhamad Fuad dengan dugaan pelanggaran Pasal 263 ayat 2 KUHP tentang pemalsuan atau membuat akta palsu pada sidang tuntutan di PN Jakarta Pusat, Kamis (18/11/2021) lalu.

Lebih lanjut, berdasarkan fakta dan bukti yang diperoleh, JPU meminta hakim menetapkan terdakwa Fuad terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dalam kasus pemalsuan ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar