Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan, Rusia tidak akan serius dalam negosiasi,

KBRN, JAKARTA : Perang dengan mudah memperlihatkan wajah asli manusia, bahkan sebuah negara. Cenderung frustrasi karena invasi yang dilakukannya menjadi sangat tidak popular di dalam dan luar negeri, tindakan Rusia dalam perangnya dengan Ukraina. 

Seperti biasa, pemerintah Rusia berdalih bahwa rudalnya ‘tidak sengaja’ menghancurkan pusat perbelanjaan—fasilitas sipil! Mereka mengklaim yang mereka serang adalah depot senjata di dekatnya. Klaim yang ditolak pemerintah Ukraina sebagai kebohongan yang kian menandai metode public relation (PR) yan dipakai Rusia dalam perang yang tengah terjadi. 

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, segera mengutuk tindakan yang menargetkan warga sipil tersebut. Kepada Dewan Keamanan PBB, Zelenskyy mengatakan Rusia telah bertindak di seluruh Ukraina. Berbicara melalui video, Presiden Zelenskyy membacakan nama-nama warga Ukraina, korban dari serangan Rusia baru-baru ini. 

Seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan Rusia, selama akhir pekan lalu Rusia telah melakukan sekitar 60 serangan. Beberapa di antaranya serangan culas terhadap permukiman penduduk dan fasilitas sipil. 

Bukti-bukti tersebut menambah panjang daftar serangan Rusia terhadap warga dan fasilitas sipil Ukraina. Sejak menginvasi Ukraina pada 24 Februari, Rusia telah melakukan pemboman udara kepada gedung teater di kota pelabuhan Mariupol, Maret lalu, yang menjadi tempat berlindung 600 orang warga sipil. 

Kementerian Luar Negeri Ukraina dalam sebuah pernyataan mengatakan, Rusia tidak akan serius dalam negosiasi, sampai tentara Ukraina mengalahkan mereka dan mengusir pasukannya keluar wilayah Ukraina. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar