Filda : Buku Karya Purnomo Yusgiantoro Memperkaya Khazanah Bidang Energi

KBRN, Jakarta : Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) mengundang sejumlah pakar di bidang energi untuk bersama melakukan bedah buku berjudul “Politik Energi: Teori dan Aplikasi” karya Profesor Purnomo Yusgiantoro. Acara yang disiarkan langsung melalui chanel YouTube PYC, pada Senin (27/6/2022) sore ini juga merupakan rangkaian HUT ke-6 dari organisasi nirlaba tersebut.

Ketua Umum PYC Filda Yusgiantoro pada kesempatan itu mengatakan, harapannya  buku ini dapat memperkaya khazanah dalam teori dan praktis di sektor energi sehingga memiliki pemahaman secara holistik.

Dalam sambutannya Filda mengatakan, PYC melihat bahwa sebuah think tank juga memiliki peran dan tanggung jawab dalam mendorong perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini sejalan dengan moto pendiri PYC Purnomo Yusgiantoro yaitu “Education is a powerful bridge for one to make a change”. 

"Buku ini ditulis berbekal  pengetahuan dan pengalaman penulis sebagai pemangku kebijakan. Buku ini diharapkan dapat membantu mahasiswa, akademisi, praktisi, perencana, hingga pengambil kebijaksanaan untuk memperkaya pengetahuan politik energi secara teoritis dan praktis," kata Filda.

Sementara itu, Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani Hikmahanto Juwana, yang hadir sebagai pembedah pertama mengatakan bahwa buku ini sangat komprehensif jika berbicara mengenai energi. Buku ini ditulis dalam konteks Indonesia, sehingga jika diterjemahkan dapat menjadi referensi tidak hanya bagi publik/peneliti Indonesia saja tapi juga mancanegara. 

Lebih lanjut Hikmahanto mengatakan, jika buku ini berisi berbagai persoalan yang dihadapi di Indonesia dan hal tersebut dapat menjadi rujukan untuk masalah energi di Indonesia.

Pada kesempatan itu, Anggota DPR Kardaya Warnika mengatakan, buku ini merupakan sumbangsih dari Prof Purnomo bagi praktisi, pembuat kebijakan, maupun mahasiswa dan peneliti yang melakukan riset di bidang energi. Dalam buku ini mencakup tentang perundang-undangan dan peraturan dalam konteks energi untuk mencapai tujuan energi nasional.

Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto mengatakan, jika buku ini mencakup sejarah, latar belakang, dan data-data yang cukup akurat dengan analisis yang bagus yang membuat pembacanya tidak bosan. Pengaruh dari konflik Rusia-Ukraina juga dibahas dalam buku ini. Buku ini dapat digunakan sebagai masukan dalam menyusun roadmap menuju Net Zero Emission.

Peneliti Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) Akhmad Hanan juga turut menanggapi buku tersebut. Menurutnya,jika buku politik energi bisa menjadi rujukan baru literasi bagi praktisi, masyarakat dan akademisi. Bahasan buku ini mencakup tingkat yang paling rendah (mikro) sampai pada tingkat agregat (makro). Secara aplikatif jika diliha dari segi energi, buku ini mengulas terkait banyak isu di sektor energi. Lebih lanjut, Hanan mengatakan buku ini layak dibaca oleh semua kalangan untuk mempelajari lebih dalam mengenai sektor energi.

Hadir juga pada acara itu Menteri Pertambangan dan Energi Indonesia 1978-1988 Prof Subroto. Menurutnya, isu energi merupakan langkah yang sangat utama di energi pembangunan. Masalah energi adalah masalah yang sangat berkembang dan membutukan pengertian yang mendalam. Seperti apa yang disampaikan oleh presiden, perubahan secara nasional dan global mengenai energi itu cepat sekali. 

Antara legislatif dan masyarakat perlu ada komunikasi. Rakyat perlu dididik mengenai energi, tidak lagi energi itu murah tetapi energi harus bisa disediakan atas kemampuan rakyat. Yang penting adalah meningkatkan kemampuan rakyat supaya bisa membeli energi yang mau tidak mau terus meningkat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar