Pengamat Maritim: Perpres MLIN Kado Indah Jokowi untuk Rakyat Maluku

KBRN, Jakarta: Pengamat Maritim Capt Marcellus Hakeng Jayawibawa, menyambut baik rencana terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) yang menetapkan Maluku sebagai lumbung ikan nasional (MLIN). Keluarnya Perpres itu, juga disebut sebagai kado terindah masyarakat Maluku dari Presiden Jokowi di sisa masa kepemimpinannya. 

Diketahui, kabar baik bagi rakyat Maluku ini juga dikuatkan oleh pernyataan Kepala Dinas (Kadis) Kelautan dan Perikanan Maluku, Abdul Haris kepada awak media Jumat (27/5/2022). Menurut Kadis, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi telah mengundang Pemerintah Provinsi Maluku, membahas rancangan Perpres tersebut. 

"Terbitnya Perpres tentang Maluku sebagai lumbung ikan nasional tentulah sangat diharapkan oleh sebagian besar masyarakat Maluku, khususnya para penggiat di sektor perikanan. Saya mendorong pemerintah untuk segera menandatangani Perpres tersebut," kata Hakeng di Jakarta, Jumat (27/5/2022).

Hakeng menegaskan, Perpres itu nantinya akan memberikan nilai positif bagi Presiden Joko Widodo  (Jokowi) di sisa masa  kepemimpinannya. "Keseriusan pemerintahan Jokowi terhadap Indonesia sebagai poros maritim dunia akan semakin nyata. Bukan sekadar wacana, lahirnya Perpres MLIN  akan menunjukkan bahwa suara dari masyarakat Maluku memang dipandang penting serta didengarkan pemerintah pusat," katanya.

Perpres lanjut Hakeng, menjadi satu hal yang penting apalagi jika melihat bahwa perairan Maluku memiliki potensi tangkapan ikan yang berlimpah. Dikutip dari data Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (Komnas Kajiskan) dimana diketahui bahwa Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 718, yang mencakup wilayah Laut Aru, Laut Arafuru dan Laut Timor bagian Timur memiliki potensi penangkapan ikan terukur sebesar 2.945.820 ton/tahun. Kuota untuk industri sebesar 2.676.699 ton/tahun. Kemudian estimasi nilai dari tangkapan tersebut yang bisa dihasilkan sebesar  Rp 80.30 Triliun/tahun. Sehingga PNBP yang dapat masuk ke kas negara sebesar Rp 8,03 T/tahun.

"Dari data Komnas Kajiskan wilayah perairan Maluku potensi ikannya yang dapat ditangkap cukup besar untuk tiap tahunnya. Selain itu PNBP yang masuk ke negara bisa mencapai 8,03 triliun per tahun," kata Hakeng yang juga Pendiri dari Perkumpulan Ahli Keamanan dan Keselamatan Maritim Indonesia (AKKMI). 

Oleh karena potensi penangkapan ikan yang besar itu maka Perpres MLIN sudah sangat perlu segera dikeluarkan. Hal itu untuk melindungi sumber daya ikan di sana. Selain itu juga untuk membuka jalan bagi investor yang ingin menanamkan modal di wilayah Maluku. 

Namun demikian,Hakeng berharap dengan dijadikannya Maluku sebagai lumbung ikan nasional tidak serta mertamenggerus mata pencarian nelayan lokal. Dia berharap jumlah nelayan sebanyak 187.376 mendapatkan hak-haknya untuk tetap dapat menangkap ikan. 

"Hak nelayan lokal untuk tetap dapat menangkap ikan juga harus mendapatkan prioritas. Jangan sampai dengan turunnya Perpres nanti malahan nelayan lokal terpinggirkan. Selain itu soal pemenuhan kebutuhan solar subsidi untuk nelayan melaut pun patut diberi kemudahan. Jangan sampai kebutuhan solar untuk para nelayan tradisional ini langka dan sulit didapatkan," ujarnya.

Hakeng juga menyoroti nelayan yang masih banyak menggunakan kapal tradisional untuk menangkap ikan. Berdasarkan data Ditjen Perikanan Tangkap KKP tahun 2016, jumlah perahu atau kapal perikanan laut di Indonesia tercatat sebanyak 54.845 unit.

Dilihat dari kategori dan ukuran kapalnya, jumlah kapal di bawah 5 GT dengan jumlah terbanyak yakni 115.814 unit. Lalu kapal 5-10 GT sebanyak 35.988 unit, kapal 10-20 GT sebanyak 9.790 unit.

Perlu diketahui bahwa ikan-ikan besar itu tidak hanya berkumpul di 12 NM dari garis pantai, tapi  jauh di luar 12 NM itu. "Bagaimana para nelayan kita dapat menangkap ikan besar dengan kapal-kapal tradisional hingga lebih dari 12 Nautical Mile (NM). Jadi, sudah saatnya pemerintah pusat ikut ambil bagian untuk membantu para nelayan dalam pengadaan kapal. Hal ini agar lebih tepat untuk dipakai menangkap ikan diperairan tersebut," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar