DPR-BKKBN Ajak Warga Jakarta Selatan Cegah Stunting

Sosialisasi Pencegahan Stunting di Masjid Ni’matul Itihad Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Sabtu (21/5/2022).

KBRN, Jakarta : Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Komisi IX DPR mengajak warga bersama mencegah stunting sejak dini. Demikian disampaikan anggota komisi IX DPR, Kurniasih Mufidayati di Masjid Ni’matul Itihad Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Sabtu (21/5/2022).

Dikatakan Mufidayati, DPR bersama BKKBN membangun konsep keluarga yang berkualitas dan penuh dengan perencanaan. Hal ini diyakini akan meminimalisasi terjadinya stunting.

“Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada keluarga di Indonesia, sehingga berpengaruh pada tingginya angka stunting," kata Mufidayati.

Mufidayati berharap, masyarakat bisa support terhadap visi dari BKKBN untuk membangun keluarga-keluarga berkualitas. Karena keluarga yang berkualitas ini sangat penting sekali perannya, apalagi ditengah pandemi Covid-19 ini. 

Menurutnya, pandemi ini sangat berdampak pada keluarga Indonesia, baik dampak terhadap ketahanan sosialnya, ketahanan ekonominya, dan ketahanan pangannya. Untuk itu, ketahanan pangan sangat penting untuk mencegah terjadinya stunting, supaya gizi anak tetap terjaga.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Analisis Dampak Kependudukan BKKBN Faharuddin menjelaskan bahwa keluarga berencana mempunyai peran penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurut Faharuddin, program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana berfokus pada mencegah kematian ibu dan bayi dan menghindari menikah terlalu muda, yaitu ibu hamil pertama usia kurang dari 20 tahun, terlalu tua yaitu ibu hamil pertama pada usia ≥ 35 tahun, terlalu dekat jarak kehamilan yaitu jarak antara kehamilan pertama dengan berikutnya kurang dari 2 tahun, dan terlalu banyak anak yaitu ibu pernah hamil dan melahirkan hidup lebih dari 2 kali.

"Program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana  yang komprehensif dapat meningkatkan kualitas keluarga yang akan mampu menjadi keluarga yang berkualitas bagi peningkatan sumber daya manusia dan pembangunan," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar