Selebgram Yohan Hapdijaya, Dokter Gratisan yang Hobi Keliling Indonesia

Yohan Hapdijaya (Foto : Istimewa)
Yohan Hapdijaya (Foto : Istimewa)

KBRN, Jakarta : Yohan Hapdijaya yang merupakan dokter dan business owner, dikenal sebagai selebgram dengan konten-kontennya menjelajahi Indonesia.

Keindahan alam, kekayaan budaya hingga banyaknya peninggalan sejarah di Tanah Air tersuguh di Instagramnya @yohapdijaya. Sudah hampir seluruh daerah dari Aceh sampai Papua pernah dijelajahinya.

Kecintaan Yohan pada dunia traveling dimulai ketika lulus dari Universitas Kristen Maranatha. Dia berhasil menamatkan kuliah kedokteran dalam 3,5 tahun, dan 20 bulan profesi kedokteran. Keduanya lulus dengan predikat cumlaude.

Petualangannya dimulai dari Eropa. Perancis, Austria, Belanda, Jerman, Swiss, Belgia hingga Vatikan. "It's ok to get lost. Dari nyasar kita jadi tahu, dari nyasar kita bisa enjoy," kata Yohan, Kamis (27/1/2022).

Perjalanan itu sebagai bentuk penghargaan diri atas kerja keras dan keberhasilannya menyelesaikan kuliah dengan hasil memuaskan.

Biaya perjalanan ditanggungnya sendiri, dari berbagai usaha yang digelutinya semasa kuliah. Mulai ternak ayam, budidaya lele, batubara dan investasi emas.

Kala itu, di saat teman sebayanya bersenang-senang, Yohan justru fokus menginvestasikan waktu dan pikirannya untuk mencari peluang usaha.

Dari usahanya itu pula, Yohan bisa membiayai sendiri kuliah kedokterannya. "Emas saat itu masih Rp 300.000. Saya banyak terbantu ketika emas naik ke Rp 800.000," ungkapnya.

Kini, Yohan memilih bisnis sebagai profesinya. Sementara dokter dijadikan pengabdian kepada masyarakat. Dia semangat menolong tanpa bayaran alias gratis.

"Saya tidak pernah menerima sepeser pun, karena niat saya menjadi dokter untuk menolong. Untuk penghasilan, saya bisa cari dari usaha lainnya," tuturnya.

Termasuk ketika dia turun langsung menangani kejadian luar biasa di Dinas Kesehatan Purwakarta selama setahun. Saat itu, kasus difteri menyerang warga lantaran tak mau divaksin.

Begitu pun selama pandemi Covid-19, Yohan melayani pasien dengan memberikan dukungan moril melalui layanan aplikasi. Dia tak mau dibayar sepeser pun. "Banyak orang merasa sendirian ketika dirawat," terangnya.

Untuk penghasilan, Yohan mengandalkan arena e-sport di Cimahi, toko peralatan komputer dan investasi saham.

Penghasilan itu yang digunakannya untuk menyalurkan hobi traveling-nya,  khususnya untuk menikmati keindahan laut dan pantai.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar