Indonesia Belum Pastikan Keikutsertaan di Olimpiade Beijing

KBRN, Jakarta : Sejumlah negara memastikan tidak akan mengirimkan atletnya pada perhelatan Olimpiade Musim Dingin di Beijing, China, yang dimulai pada 4 Februari 2022. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda mengatakan, bahwa dirinya belum bisa memastikan apakah Indonesia akan mengirimkan atletnya. Menurutnya, berdasarkan informasi yang didengar dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI), lembaga ini tidak akan mengirim atlet.

"Tapi mungkin nanti dikonfirmasi lagi dengan teman-teman di KOI, apakah mengirimkan atlet atau tidak ke acara tersebut," kata Syaiful di Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Lebih lanjut Syaiful menjelaskan, terkait dengan Olimpiade Musim Dingin di China, sebaiknya penyelenggaraan olahraga tidak terlalu didominasi oleh kepentingan politik tertentu. Terlepas dari hal tersebut, menurutnya, sebaiknya perlu didorong untuk mencari titik temu terkait diplomasi politik pelaksanaan acara itu. Agar pelaksanaan ajang tersebut lancar, sekaligus tidak memengaruhi hubungan diplomatik.

"Terkait dengan isi boikot Olimpiade Musim Dingin di China oleh beberapa negara, saya kira semestinya ruang diplomasi politiknya perlu di dorong termasuk pemerintah China, agar penyenggaraan olahraga jangan terlalu didominasi oleh kepentingan politik tertentu," ujar anggota DPR yang membidangi Pendidikan, Olahraga, dan Sejarah, ini. 

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali belum memberikan keterangan apapun. Dimana beberapa konfirmasi yang perlu tanggapan ini, belum direspon oleh Menpora. Dengan demikian, belum diketahui bagaimana pendapatnya terhadap penyelenggaraan Olimpiade Winter yang diselenggarakan di China. 

Sebagai informasi, adapun negara-negara yang sudah memastikan memboikot olimpiade olahraga itu, di antaranya Amerika Serikat, Jerman, Australia, Kanada, Denmark, Inggris, Jepang, dan beberapa negara lainnya. Negara-negara ini tidak mengirimkan kontingennya sebagai protes terhadap pelanggaran hak asasi di China. Dimana sekitar satu juta orang Uighur telah ditahan di kamp-kamp penahanan massal. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar