250 Nelayan Aceh Sambut Meriah Bimtek Pokwasmas

KBRN, Jakarta: Lebih dari 250 nelayan se-Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam menghadiri acara bimbingan teknis  (Bimtek) kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) untuk sumber daya kelautan yang diselenggarakan  Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kabupaten Simeulue, Rabu (19/1/2022).

Nampak raut antusiesme ratusan peserta terpancar dari wajah, dan teriakan menyambut baik kegiatan bimtek yang di hadiri Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Halid Jusuf, Bupati Simeulue Erli Hasim, Ketua DPRK Simeuleu Irwan Suharmi, dan Kepala Pangkalan Pengawas Lampulo.

Di hadapan para nelayan Halid Jusuf mengatakan, pentingnya peran Pokmaswas bagi keberlangsung ekosistem kelautan di Indonesia khususnya di wilayah Simeuleu yang terkenal dengan sumber daya perikanan melimpah.

"Kita harus menjaga sumber daya kelautan di negeri ini. Kelak, anak cucu kita bisa merasakan bagaimana keindahan laut Indonesia dan melimpahnya sumber daya perikanan di negeri ini. Kalau dari sekarang tidak bisa dijaga, maka mereka nanti hanya tinggal menenggar cerita saja karena semuanya telah hancur," kata Halid, Rabu (19/1/2022).

Lebih lanjut dia mengatakan, Pokmaswas merupakan garda terdepan dalam melakukan pengawasan. Mata, mulut, dan telinga mereka adalah alat yang bisa dipakai untuk membantu pemerintah dalam melakukan pencegahan perusakan ekosistem laut, seperti melakukan bom ikan atau mencari ikan dengan cara-cara merusak terumbu karang.

Namun dihadapan ratusan nelayan Halid berpesan, peran Pokwasmas adalah melakukan pengawasan dan bukan menindak pelaku perusakan apalagi hingga menghakimi dengan kekerasan. "Kalau menangkap pelaku perusakan, sebaiknya segera dibawa ke aparat berwenang dalam hal ini kepolisian.

"Jangan sampai perbuatan mulia Pokwasmas malah menjadi boomerang, yang akhirnya membawa petaka bagi masyarakat yang sebenarnya ingin membantu pemerintah menegakan aturan. Jadi berbuatlah sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku," kata Halid.

Dukungan masyarakat Simeuleu terhadap pemerintah, juga terlihat saat Halid mengatakan kalau mereka sebagai kelompok ujung tombak dari pencegahan perusakan sumber daya kelautan. Sorak semangat, nampak keluar dari mulut para peserta yang hadi di aula kantor bupati Simeuleu itu.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Erli Hasim mengatakan betapa cintanya warga Simeuleu terhadap laut mereka. Karena, mereka sadar di laut itulah tempat mereka mencari nafkah untuk menghidupi keluarga.

Sektor perikanan lanjut Erli, menjadi sumber perekonomian utama masyarakatnya. Dengan demikian, sebagian besar warga tidak rela kalau tempat mereka mencari nafkah itu di rusak oleh orang-oranng yang hanya mencari keuntungan sesaat dengan cara merusak.

"Jam berapapun, jika masyarakat melihat ada hal mencurigakan di laut seperti pengeboman ikan atau mencari ikan dengan bantuan kompresor, maka secara nurani mereka akan mengeluarkan kapalnya dan bergegas mengejar pelaku ke tengah laut," kata Erli.

Namun, kapal dan peralatan nelayan memang sangat terbatas untuk melakukan tugas mereka sebagai Pokmaswas. 

"Jadi, memang kita butuh bantuan pemerintah pusat agar kegiatan Pokmaswas bisa berjalan efektif," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar