FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

DPR-BKKBN Ajak Masyarakat Ciptakan Keluarga Berkualitas

KBRN, Jakarta : Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani, mengajak masyarakat Indonesia bersama membangun kesadaran dalam menciptakan keluarga berkualitas. Sebab, negara maju bukan hanya membutuhkan kuantitas sumber daya manusia (SDM), melainkan butuh sumber daya manusia yang berkualitas untuk memberikan pemikiran-pemikiran dalam memajukan bangsa.

Dengan demikian lanjut Netty, saat ini dibutuhkan persepsi dan paradigma yang sama yakni kualitas SDM itu bisa dimulai dari keluarga sebagai institusi terkecil di masyarakat. Masyarakat juga punya sebuah pengetahuan bahwa bagaimana membangun keluarga berkualitas. Karena berbagai persoalan permasalahan sosial, kesehatan, pendidikan itu sebagian besarnya bisa diselesaikan di titik hulu yaitu keluarga. 

Selain itu, dia berharap ketika keluarga ini semuanya bergerak ini tentu akan berkontribusi pada membangunnya sistem ketahanan nasional. Dan juga akan berkontribusi pada index keberdayaan dan juga kompetitifnes kita, yaitu daya saing. 

"Untuk menciptakan keluaraga yang berkualitas, Netty mengatakan tentu keluarga ini adanya dititik hulu dan pembentukan keluarga ini sebagiannya sangat pribadi dan individual maka kita mengimbau kepada masyarakat bahwa membangun keluarga tidak boleh coba-coba," kata Netty, dalam kegiatan sosialisasi, advokasi dan program bangga kencana bersama mitra kerja di Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (3/12/2021).

Oleh karena itu, membangun keluarga harus dimulai dari perencanaan, makanya jargon yang diangkat oleh BKKBN adalah berencana itu keren. Karena kita ingin setiap pembanguanan keluarga itu dimulai dari perencanaan. 

"Kapan pasangan suami istri akan menikah, dengan siapa mereka akan menikah, dan ini akan menentukan siapa calon ayah dari si anak yang alan lahir. Siapa calon itu yang akan menjadi madrasah kehidupan. Berikutnya kita ingin juga memastikan, keluarga yang mereka bangun ini memiliki kesiapan, bahwa membangun keluarga itu tidak semulus kita berjalan di jalan tol bebas hambatan," katanya. 

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Bina Penggeraka Lini Lapangan BKKBN I Made Yudhistira Dwipayana, menyinggung pencegahan angka stanting ditengah pandemi. Pertama di pandemi ini yang prioritas bagaimana keluarga mendapatkan vaksinasi. 

BKKBN kata dia, sebagai lembaga yang bergotong royong agar bisa mempercepat pelayanan vaksinasi Covid-19 kepada warga. Yang kedua khusus untuk stunting, tentunya kita melakukan pemebentukan tim pendamping keluarga yang tugasnya mengingatkan, mengedukasi keluarga-keluarga agar mau memeriksakan kesehatannya ke faskes kesehatan. 

"Kalau ada program bantuan dari pemerintah yang ditujukan untuk keluarga, tim pendamping ini bisa sebagai fasilitator. Karena dia yang paling kenal warganya, dan dia bosa mendistribusikan kepada warga yang berhak menerima manfaat," kata Yudhistira. 

Diungkapkannya, faktor penyebab stunting ada 4. Pertama karena pola asuh yang tidak baik, jadi faktanya adalah beberapa orang tua itu tidak memahami bagaimana pentingnya 1000 hari pertama  kehidupan pola asuh. Kedua karena sanitasi, akses air bersih itu susah, sehingga keluarga itu susah mendapatkan air untuk kesehatannya. 

Ketiga terkait gelaja kesehatan si ibu. Faktanya banyak ibu yang hamil itu dalam kondisi anemi, termasuk juga remaja putri. Keempat karena fasilitas kesehatan itu bukan menjadi rujukan utama bagi masyarakat. Jadi masyarakat lebih memilih berdiam diri atau ketempat lain dr pada ke fasilitas kesehatan. Itulah penyebabnya, akhirnya kita tidak tahu bahwa kita ini sedang tidak sehat dan berisiko melahirkan anak stunting.

Untuk mencegah stunting itu adalah denga cara kita intervensi dari hulunya, mencegah lahir stunting dengan cara mempersiapkan kehidupan berkeluarga. Untuk berkeuarga harus benar-benar direncanakan. Calon pengantin harus merencanakan apakah dia siap atau tidak siap. Kalau belum siap sebaiknya tunda kehamilan dengan KB.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar