Turap Kali Cipinang longsor di Sukamaju karena bangunan pagar warga

Panah biru Turap Eksisting (Pemkot Depok), panah pink bangunan pagar warga pemilik lahan.
Dua bulan pasca pemilik lahan ditegur PUPR Kota Depok hingga terjadi longsor.

KBRN, Depok: Dinas PUPR Kota Depok telah melakukan evakuasi tanah longsor dan puing turap yang longsor, masuk ke dalam Kali Cipinang, di RT 07/RW 05 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Rabu (27/10/2021) 

Aliran Kali Cipinang yang sempit akibat turap longsor sempat menghebohkan warga sekitar. Lantaran, tanah longsor dan puing turap yang masuk kedalam Kali, menghambat aliran Kali dan berpotensi masuk ke pemukiman warga. 

Meskipun kejadian ini bukan merupakan kesalahan dari konstruksi turap PUPR Kota Depok. Plt Kepala Dinas PUPR Kota Depok Citra Indah Yulianti bergerak cepat menerjunkan tim Satgas Banjir PUPR ke lokasi guna membersihkan aliran Kali dari tanah dan puing turap yang longsor. 

"Sudah kita evakuasi semua tanah dan puing turap yang menutup aliran Kali. Alhamdulilah aliran Kali Cipinang sudah kembali normal," ucap Citra saat dikonfirmasi RRI. 

Meski demikian Citra menyayangkan terjadinya turap longsor tersebut. Sebab pihaknya sudah menyurati warga pemilik lahan agar bangunan pagar lahannya yang dibangun diatas turap eksisting dibongkar. 

Karena bangunan pagar tersebut melanggar Garis Sempadan Sungai (GSS), dan membahayakan penghuni serta orang lain. 

"Jadi warga ini bangun pagar lahannya diatas turap eksisting atau turap milik Pemkot Depok. Karena kita khawatir longsor, kita sudah bersurat kepada pemilik lahan itu, pada Agustus 2021 lalu, agar pagarnya dibongkar. Tapi tidak di indahkan," keluh Citra. 

Terpisah, Lurah Sukamaju Pairin membenarkan jika penyebab turap longsor adalah karena ada pagar (beton) warga pemilik lahan dibangun diatas turap Pemkot Depok. Turap esksisting milik Pemkot Depok yang dibangun pada 2016 lalu itu, sudah lebih dahulu berdiri dari pagar warga yang bersangkutan. 

"Terjadi turap longsor Kali Cipinang di RT 07/RW 05 karena di atas turap ada bangunan pagar penahan tanah milik warga, jadi ngga kuat menahan tanah di atasnya, sehingga longsor. Turap Pemkot ini di bangun tahun 2016," ujar Pairin. 

"Tapi kondisi aliran Kali Cipinang saat ini dilokasi longsor sudah kembali lancar, setelah tim Satgas Banjir PUPR Kota Depok mengevakuasi tanah longsor dan puing turap dari dalam Kali," tambah Pairin. 

Sebelumnya, warga sekitar lokasi turap Kali Cipinang longsor sepanjang 10 meter dengan tinggi 3 meter, heboh. 

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (27/10/2021) sekira pukul 10:30 WIB. 

Akibatnya 20 KK terancam banjir karena aliran Kali Cipinang tertutup tanah longsor dan puing turap tersebut. 

"Ada 20 KK yang berpotensi banjir karena peristiwa ini. Soalnya aliran Kali tertutup tanah longsor dan puing turap. Air jadi naik dan masuk ke pemukiman warga," ucap Lurah Sukamaju Pairin. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00