Dipasang Police Line, Krimsus Polres Selidiki kasus Tergulingnya Crane PDAM Depok

Dua rumah warga dan lokasi proyek tergulingnya Crane proyek PDAM dipasang Police Line, Jumat (15/10). FOTO RRI: Rido Lingga

KBRN, Depok: Pasca kejadian Crane proyek PDAM yang terguling menimpa dua rumah warga dan menyebabkan 3 warga luka-luka, pada Jumat (15/10/2021) pukul 09:00 WIB. Kini tempat kejadian perkara (TKP) peristiwa itu pun sudah dipasang police line atau garis polisi. 

Police line dipasang di dua rumah warga yang menjadi korban dan dilokasi proyek pembongkaran bekas tower air PDAM, di RW 04 Kelurahan Depok Jaya, Kelurahan Pancoranmas, Kota Depok. 

"Iya benar TKP semua sudah dipasang garis polisi. Garis polisi penting untuk menjaga sterilisasi TKP untuk proses penyelidikan," ujar Kapolsek Pancoranmas, Kompol Tri Harjadi saat dikonfirmasi RRI. 

Tri Harjadi menyebutkan, kasus ini ditangani oleh Unit Krimsus Polres Metro Depok. Polisi akan melakukan penyelidikan karena kasus ini merupakan kasus yang menonjol di masyarakat. 

"Krimsus akan melakukan pemeriksaan atas kasus ini. Kan kasusnya menonjol," tambah Tri Harjadi. 

Sementara, Polsek Pancoranmas pasca kejadian itu fokus untuk menyelamatkan korban JS yang sempat terjepit beton bekas tower air PDAM selama 6 jam setelah akhirnya berhasil dievakuasi. 

"Yang menangani kasus ini Krimsus, sedangkan dari Polsek Panmas fokus menyelamatkan warga saya yang terjepit. Alhamdulilah udah berhasil, itu yang paling berharga," ucap Tri Harjadi. 

Sebagai informasi, peristiwa Crane proyek PDAM yang terguling itu menimpa dua rumah warga Perumnas 1, Kota Depok. Ada pun 3 korban luka-luka yaitu Zaidar, Kasnel dan JS. 

Ketiga korban dibawa ke rumah sakit Mitra Keluarga di Jalan Raya Margonda, Kota Depok. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00