PYC Luncurkan Buku Perjalanan Sektor ESDM Masa Transisi 2000-2009

KBRN, Jakarta : Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke 5, Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) meluncurkan buku dan menggelar kegiatan Bedah Buku secara virtual, yang bertema “Rekam Jejak Dua Periode ESDM: Menguak Masa Transisi 2000-2009”, pada Rabu (16/6/2021).

Profesor Purnomo Yusgiantoro selaku penulis buku mengatakan tujuan dilakukannya kegiatan tersebut adalah untuk memberikan gambaran seluk-beluk serta perjalanan perkembangan sektor ESDM Indonesia, pada masa transisi di awal Orde Reformasi. 

"Buku ini tidak hanya bermanfaat bagi praktisi energi untuk mempelajari isu strategis nasional, tetapi juga dapat menjadi referensi dari rekam jejak perjalanan ESDM selama dua periode (2000–2009). Acara bedah buku ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat untuk memahami kondisi sektor ESDM pada masa transisi," kata Purnomo.

Ketua Umum PYC, Filda C. Yusgiantoro dalam sambutannya berharap, buku ini dapat menjadi referensi terkait sektor energi di masa itu.

"Buku ini merupakan rekam jejak Bapak Purnomo Yusgiantoro ketika beliau menjabat Menteri ESDM tahun 2000-2009. Harapannya, buku ini dapat menjadi referensi terkait sektor energi di masa itu," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menjelaskan, ada suatu kesamaan pada masa ini dan masa transisi di buku tersebut. Pada masa ini, transisi konvensional ke transisi energi yang lebih bersih. 

"Buku ini memberikan pesan untuk masa kini dan masa depan. Buku ini juga memberikan pandangan dalam penyusunan Undang-Undang Energi. Ke depan, EBT akan menjadi sentral dari pengembangan energi," kata Dadan.

Selain itu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menegaskan bahwa tantangan di ketenagalistrikan saat ini adalah adanya kesenjangan timur dan barat. Tantangan selanjutnya adalah saat ini energi masih didominasi oleh batubara. Sedangkan dunia menuntut penggunaan energi yang lebih bersih. Buku ini menjelaskan orientasi ke depan yang berguna untuk menjawab tantangan jaman.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM 2008-2012 Evita Legowo menjelaskan, bahwa Buku ini menyampaikan sekumpulan fakta, peristiwa, dan data di Kementerian ESDM selama kurun waktu 10 tahun. Dimana minyak dan gas bumi masih merupakan sumber energi yang penting. 

"Di masa transisi saat ini, yang secara perlahan harus beralih ke energi baru terbarukan, minyak dan gas bumi masih diperlukan. Pentingnya minyak dan gas bumi juga diulas dalam buku ini. Dengan dituliskannya isu-isu strategis terkait migas dalam buku ini, diharapkan masyarakat dapat mengerti lebih baik tentang kondisi yang terjadi," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00