Stimulan Kompetensi Poktan Ideal, READSI Siapkan Pendamping Fasilitator Desa

KBRN, Jakarta : Perluasan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pertanian dikembangkan program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI). 

"SDM pertanian menjadi kunci peningkatan produktivitas pertanian, apalagi posisi READSI juga strategis karena bisa menjangkau semuanya. Kolaborasi READSI dengan pemerintah desa akan membuat pertanian semakin berkembang dan kuat. Pemerintah desa dengan Fasilitator Desa memiliki peranan penting dalam pembangunan pertanian," ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Memberi akses besar bagi Poktan, READSI digulirkan di 6 provinsi dan 18 kota/kabupaten, termasuk 342 desa. Sebut saja Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat,  Misi lain READSI adalah perbaikan gizi keluarga dan akses simpan pinjam. 

"Pemenuhan kebutuhan pangan harus dilakukan secara berkelanjutan. Untuk itu, diperlukan dukungan seluruh stakeholder terutama desa. Sebab, desa bersinggungan langsung dengan aktivitas pertanian”, ujar Mentan SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, menerangkan kerjasama terus dibangun melalui READSI.

"SDM handal sangat dibutuhkan untuk mendukung pertanian maju, modern, dan mandiri. Semua sudah memiliki komitmen sama mewujudkan produktivitas pertanian yang tinggi untuk ketahanan pangan nasional. Untuk itu, tentu ada tahapan yang harus dipenuhi dan diawali dari sinergi kuat READSI dan Fasilitator Desa," terang Dedi.

Melibatkan Fasilitator Desa dalam pengembangan usaha pertanianu, kompetensi tentu sudah dimiliki mereka. Mengacu regulasi Kementerian Desa PDTT, para pendamping desa memiliki pendidikan minimal Strata 1. Tugas utama mereka adalah mendorong partisipasi aktif warga desa dalam percepatan pembangunan lokal. Fasilitator Desa juga memberikan pengarahan terkait program kerja dan memastikan pengunaan anggarannya akuntabel. 

"Semua yang dilibatkan dalam program READSI memiliki kompetensi tinggi. Untuk mengoptapkan semuanya, kerjasama bisa dimulai segera. Pastikan semua aspek administrasi terpenuhi" jelas Dedi.

Merespon optimalisasi fungsi Fasilitator Desa dalam mendukung READSI, penandatanganan kerjasama pun dilakukan Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah. Perjanjian kontrak kerja tersebut dilakukan antara Dinas Pertanian dan Hortikultura selaku pengelola program READSI dengan calon Fasilitator Desa atau Pendamping Poktan. Prosesnya tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00