Cegah penyebaran virus Corona, pelaksana proyek Terminal Jatijajar rapid test seluruh staf dan pekerja

Seorang Nakes rapit test antigen staf dan pekerja proyek lanjutan Terminal Jatijajar, Jumat (11/6).
Staf dan pekerja proyek lanjutan Terminal Jatijajar antri rapid test antigen berkala, Jumat (11/6).

KBRN, Depok: Guna mencegah penularan virus corona disease 2019 atau Covid-19, puluhan staf dan pekerja proyek pembangunan emplasment Terminal Jatijajar, Tapos, Kota Depok, dilakukan rapid test antigen di lokasi, Jumat (11/6/2021). 

"Ini untuk deteksi dini, kita rutin setiap sebulan sekali melakukan rapid test antigen kepada seluruh karyawan dan tukang yang berkerja di lokasi proyek ini. Jumlah personil, untuk staf inti 10, pekerja sebanyak 25 orang," tutur Bari Klana, Pejabat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) PT Carbek Nusantara, kepada RRI dilokasi. 

Selain itu, lanjut Bari, pihaknya juga sudah ketat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) guna mendukung program pemerintah pusat dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dilingkungan kerja. 

"Kami disini juga sudah menyediakan tempat mencuci tangan, thermo gun serta mewajibkan seluruh staf dan pekerja untuk selalu menggunakan masker dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19," ujarnya. 

Bari berharap pekerjaan pembangunan emplasement dan bangunan tunggu angkutan perkotaan Terminal Jatijajar berjalan lancar dan selesai sesuai tenggat waktu yang sudah ditetapkan. 

"Insya Allah November selesai. Doakan ya supaya berjalan lancar tanpa ada kendala," ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Humas BPTJ Budi menyebutkan bahwa penegakan prokes merupakan bagian dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang harus dilakukan Pelaksana Pekerjaan. Untuk rapid test antigen pekerja misalnya, itu dilakukan minimal sebulan sekali. 

"Rapid test antigen terhadap pekerja proyek adalah tanggungjawab pelaksana. Sesuai kebijakan, itu dilakukan paling tidak sebulan sekali," kata Budi. 

Namun, lanjut Budi, pada prakteknya tidak menutup kemungkinan terjadi kelalain. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya, akan melakukan evaluasi.

"Kalau ternyata ada kelalaian, pelaksana nya akan kami beri tegur resmi," tambah Budi.

Lebih lanjut, ujar Budi, pihaknya akan memastikan bahwa Pelaksana Pekerjaan segera melakukan langkah kongkret untuk menegakkan pelaksanaan prokes di lingkungan proyek jika memang terdapat hal-hal yang belum dilakukan. 

"Apabila dipandang perlu kami akan berkoordonasi dan melibatkan satgas Covid setempat, sebagai bentuk kesungguhan perhatian kami terhadap masalah ini," ujar Budi. 

Seperti diketahui, sejak 24 Maret 2021, pelaksana proyek PT Carbek Nusantara telah melakukan kegiatan lanjutan pembangunan emplasment dan bangunan tunggu angkutan perkotaan di Terminal Jatijajar. Proyek sebesar Rp19 miliar itu sesuai jadwal rencananya akan selesai selama 180 hari kalender kerja. 

Pantauan RRI, seluruh tukang, dan staf PT Carbek patuh terhadap prokes berupa menggunakan masker dan menyediakan sarana prasarana pencegahan Covid-19 dilokasi proyek. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00