Penempatan Pekerja Migran Menurun, Pemerintah Butuh Stakeholders

KBRN, Jakarta : Ketua DPP Partai NasDem bidang Migran, Yulisa Baramuli mengatakan pemerintah membutuhkan kerja bersama dengan stakeholders untuk penempatan pekerja migran Indonesia. Dimana setelah setahun lebih pandemi Covid-19 menghantam ekonomi dunia, banyak negara menutup diri dengan tidak membuka sama sekali akses warga negara lain. 

"Sejak pandemi penempatan pekerja migran Indonesia menurun drastis. Ditambahkan kemudian aturan dalam negeri yang kita susun belum disambut baik oleh negara penempatan pekerja migran," kata Yulisa di Jakarta, Minggu (18/4/2021).

Lebih lanjut Yulisa Baramuli melihat ada beberapa negara yang sudah dibuka untuk pekerja migran tetapi pekerja Indonesia belum bisa masuk. 

"Bagi negara yang penempatan sudah dibuka Badan Pekerja Migran Indonesia dan Kemenaker, sebaiknya langsung membuat langkah agar para pekerja kita bisa ditempatkan. Seperti Hongkong dan Taiwan. Jangan sampai kita ga bisa menempatkan sementara negara lain yang jadi pesaing kita bisa. Contohnya sekarang Filipina sudah mulai melakukan penempatan di Taiwan," ujarnya.

Yulisa Juga menambahkan, jika persoalannya Covid-19, ada baiknya pemerintah memberi perhatian bagi tenaga kerja yang akan berangkat di vaksin terlebih dahulu. Namun jika masalahnya di peraturan perlu dilakukan peninjauan kembali agar tidak merugikan semua pihak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00