Tanggulangi Banjir, Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan Diskusi dengan Pamong di Jakarta Selatan

KBRN, Jakarta:  Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan diskusi  dengan seluruh camat dan lurah di wilayah kota Administrasi Jakarta Selatan guna bersama menanggulangi masalah genangan/banjir saat turun hujan.

Diskusi yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Pancoran itu diikuti oleh Jajaran pejabat tingkat kota mulai dari Wakil Wali Kota, para asisten Setko, para camat di seluruh wilayah di Jakarta Selatan dan juga 37 lurah yang wilayahnya masih kedapatan banjir.

Pada diskusi tersebut, Anies Baswedan berdialog  dengan peserta terkait permasalahan yang terjadi di wilayah masing-masing terutama mengenai masalah banjir. Pasalnya, masalah banjir menjadi perhatian penuh saat musim penghujan. Untuk dapat mendeteksi masalah banjir saat turun hujan, Anies Baswedan mengingatkan kepada seluruh camat dan lurah mengetahui seberapa banyak Volume air hujan dengan alat ukur.

"Air hujan yang bisa ditampung di drainase kita yaitu 150 mm, kalau diatas 150 mm maka banjir. Seperti gelas, gelas itu daya tampungnya 200 mm tapi kalau dituangi satu liter, itu tumpah," terangnya.

Alat ukur itu, terang Anies, dapat menjadi tolokukur volume air hujan yang berintensitas tinggi.

"Supaya tahu betul volume air hujan yang turun, sehingga bisa memprediksi," tuturnya.

Anies berharap, ke depan seluruh kecamatan dan kelurahan memiliki alat ukur untuk mengetahui volume air hujan yang turun.

"Kalau curah hujan diatas 150 mm sudah sangat lebat, sudah extream, jadi saya ingin kita sama sama Kampanyekan tentang ambang batas ini," katanya.**

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00