UI Laporkan Al Muzzamil Yusuf ke Mabes Polri

Dosen Ilmu Politik FISIP UI Reni Suwarno Darmono, Ph.D

KBRN Depok : Civitas academika Universitas Indonesia (UI) yang terdiri dari dosen, mahasiswa dan alumni resmi melaporkan Ketua Fraksi PKS DPR RI Al Muzzamil Yusuf ke Mabes Polri, Senin (21/9/2020). 

Al Muzzamil dilaporkan atas penyataannya yang menyudutkan UI dengan tuduhan UI mendukung seks bebas, saat memberi materi Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) secara vitual dengan tema "Cegah Kekerasan Seksual".

"Al Muzzamil telah melakukan fitnah keji, pembunuhan karakter dan pembohongan publik terkait materi 'Cegah Kekerasan Seksual' yang kami berikan kepada mahasiswa baru secara virtual, beberapa waktu lalu," kata Dosen Ilmu Politik FISIP UI Reni Suwarno Darmono saat dikonfirmasi RRI, Senin (21/9/2020).

Kepada Dorektorat Cyber Mabes Polri, Reni dan kawan-kawan membawa semua materi kuliah "Cegah Kekerasan Seksual" sebagi bukti. Diantaranya video, power point, makalah hingga pre dan post test yang diberikan kepada mahasiswa sebelum dan sesudah mengikuti materi "Cegah Kekerasan Seksual" tersebut.

"Nanti biar Bareskrim yang menentukan. Saya jamin tidak ada satupun kalimat yang terkait bahwa UI mengajarkan seks bebas. UI tidak pernah dan tidak akan pernah mengajarkan seks bebas kepada mahasiswa nya," ucap Reni berapi-api.

Lebih lanjut Reni menjelaskan, pre dan post test yang diberikan kepada mahasiswa sebelum dan sesudah mengikuti materi "Cegah Kekerasan Seksual" bukanlah kuisoner, sebagaimana ditudingkan oleh Al Muzzamil. Itu adalah survey untuk mengukur sejauh mana materi tersebut dimengerti mahasiswa, sebelum dan sesudah pembelajaran.

"Biasakan kalau kita mengajar itu sebelum dikasih pelajar ngerti ngga? Setelah dikasih pelajaran ngerti apa ngga?. Nah itu tujuannya pre dan post test. Tapi Al Muzzamil menuding itu adalah kuisoner?,' jelasnya.

Reni mengapresiasi sikap positif Mabes Polri yang sudah menerima laporan civitas akademika UI dan berharap keadilan segera ditegakkan untuk mengembalikan nama baik UI.

"Saya berharap pak Al Muzzamil Yusuf segera datang ke Mabes Polri membawa berkas-berkas dia, pembuktian bahwa dia bilangkan UI mengajarkan seks bebas, mana buktinya?. Kalau dia berani dan kalau dia punya bukti datanglah ke Mabes Polri, jangan pengecut cuman berani muncul di media sosial doank," tegasnya.

Materi PKKMB Cegak Tindak Kekerasan Seksual

Reni menguraikan bahwa materi "Cegah Kekerasan Seksual" merupakan materi pengajaran untuk mahasiswa baru sesuai instruksi Dirjen Perguruan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sehingga materi itu diajarkan juga diseluruh universitas di seluruh Indonesia selain Universitas Indonesia.

"Tapi di UI ini diplintirin oleh Al Muzzamil bahwa UI mengajarkan seks bebas. Ngga ada itu. Jadi bukan hanya UI, seluruh dunia pendidikan pun marah lah," ujarnya.

Sebelum melaporkan kasus ini ke Mabes Polri, sambung Reni, pihaknya melalui Rektor UI menyurati Al Muzzamil Yusuf untuk mengklarifikasi dan menyatakan permohonan maaf kepada UI. Tetapi Al Muzzamil Yusuf malah mengeluarkan video kedua yang isinya sama seperti video pertama, fitnah kepada UI.

"Kemudian ada wawancara dengan (Al Muzzamil) fitnah juga. Setelah itu kita lapor ke Mabes Polri. Dan tuntutan kami yang ketiga meminta kepada bapak Rektor menyurati pimpinan MPR/DPR, Pimpinan Mahkamah Kehormatan Dewan dan Pimpinan Fraksi PKS di DPR untuk memberhentikan Al Muzzamil Yusuf secara tidak hormat," tandasnya. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00