Sebanyak Lima Penyandang Disabilitas Jakarta Utara Rekam KTP-EL di Rumah

KBRN, Jakarta - Sebanyak lima orang penyandang disabilitas menjalani proses perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El). 

Proses perekaman dilakukan secara jemput bola di kediamannya masing-masing oleh petugas operator Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Administrasi Jakarta Utara.

Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Administrasi Jakarta Utara Edward Idris mengatakan, perekaman KTP-El ini merupakan bagian dari program pelayanan adminduk (administrasi kependudukan) mobile bagi warga jompo, disabilitas dan orang sakit. 

Petugas mendatangi kediaman penyandang disabilitas untuk merekam data diri sebagai dasar data adminduk berupa KTP-El, Kartu Keluarga (KK), Akte Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak (KIA).

"Kegiatan perekaman ini masuk dalam program mobile atau jemput bola. Jadi petugas operator yang mendatangi kediaman pemohon, baik itu jompo, disabilitas, dan orang sakit," kata Edward, saat dikonfirmasi, Senin (13/7).

Dipastikannya, program ini berjalan sebanyak dua atau tiga kali dalam seminggu. 

Untuk hari ini, petugas telah merekam data diri sebanyak lima penyandang disabilitas yang masing-masing berlokasi di RT 09/05 Kelurahan Marunda dan RT 10/06 Kelurahan Kalibaru, Cilincing, RT 07/05 Kelurahan Tugu Selatan, RT 05/02 Kelurahan Rawa Badak Selatan, dan RT 13/09 Kelurahan Tugu Utara, Koja.

"Untuk mengajukan pelayanan ini, warga membuat surat permohonan RT/RW yang ditandatangani lurah setempat. Nanti dari kelurahan mengirim surat itu ke kami (Suku Dinas Dukcapil). Nanti kami jadwalkan petugas ke kediaman pemohon didampingi Satuan Pelaksana (Satpel) kelurahan," jelasnya.

Adik kandung Supardi (53), Suprityati (44) menerangkan, program jemput bola semacam ini sangat bermanfaat bagi penyandang disabilitas. Nantinya, KTP-El yang dimiliki adiknya akan dijadikan sebagai syarat pengajuan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ).

"Alhamdulillah kakak saya (Supardi) bisa punya identitas sekarang. Kami khawatir kalau dia dibawa ke kelurahan akan mengganggu suasana kerja di kelurahan," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00