Monitoring Pasar Rawa Badak, Tim PSBB Jakarta Utara Ingatkan Pengelola Tutup Toren Air

KBRN, Jakarta - Tim Pengawasan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi tahap kedua tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara melakukan monitoring di Pasar Rawa Badak, Senin (13/7). Dalam kegiatan ini pengelola pasar diharapkan dapat menutup toren air agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk demam berdarah.

Asisten Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Utara Abdul Khalit mengatakan jika Tim Pengawasan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi tahap kedua tingkat Kota baru saja melakukan monitoring di Pasar Rawa Badak.

"Pasar menjadi tujuan utama monitoring tim karena lokasi tersebut adalah salah satu tempat masyarakat berkumpul. Untuk itu kami harus terus berkala melakukan pengawasan di sini," katanya.

Dari pengamatan tim, Abdul Khalit menambahkan pengelola pasar sudah menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dengan baik.

"Dengan disediakannya alat cuci tangan di pintu masuk, pemeriksaan suhu tubuh buat para pengunjung, penyediaan face shield (pelindung wajah) sampai dengan spanduk himbauan. 

Namun demikian, proses edukasi kepada masyarakat harus tetap dibangun karena pandemi Covid-19 ini masih belum berakhir. Namun demikian ada yang tidak kalah penting yang harus dilakukan pengelola pasar, yakni menutup toren air portable agar tidak menjadi tempat berkembang nyamuk demam berdarah," tambahnya.

Pada kesempatan ini, Abdul Khalit menerangkan jika tim PSBB tingkat Kota Jakarta Utara masih menemukan masyarakat yang kurang tertib menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

"Kami masih menemukan empat orang yang tidak menggunakan masker. Sebagai bahan pelajaran agar kejadian tersebut tidak terulang kami berikan sangsi sosial," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00