Pemberlakuan SIKM Jakarta Berakhir 7 Juni 2020

KBRN, Jakarta : Pemberlakuan Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) Jakarta akan berakhir pada 7 Juni 2020. Dengan demikian warga yang akan masuk dan keluar Jakarta, diminta untuk menahan diri hingga PSBB selesai. Demikian dikatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Jakarta, Rabu (3/6/2020).

"Pada intinya, bila anda tidak memiliki SIKM tidak usah coba-coba berangkat, daripada terbuang waktu dan energi. Tahan sampai masa pembatasan ini selesai. Kira-kira sampai tanggal 7 Juni operasi ini akan dituntaskan. PSBB kan sampai tanggal 4 Juni, tapi operasinya sampai tanggal 7 Juni. Inilah fase pengamanan Jakarta. Saya perlu digaris bawahi, melindungi warga Jakarta untuk menghargai kerja keras jutaan orang yang ada di rumah. Agar kita tidak perlu kembali ke situasi bulan Maret dan April kemarin," kata Anies.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pihaknya akan memantau terus terkait perkembangan dan kemungkinan lonjakan arus mudik setelah tanggal 7 Juni 2020.

Menurutnya, jika Gugus Tugas Penanganan COVID-19 memutuskan memperpanjang masa pembatasan perjalanan orang, maka SIKM akan mengikuti perpanjangan tersebut. 

"Otomatis (diperpanjang jika gugus tugas memperpanjang), karena dalam SIKM sepanjang penetapan status bencana non-alam ini berlaku. Jadi kita mengacu pada SE gugus tugas," tegas Syafrin.

Selain itu, Syafrin juga menegaskan, jika 7 Juni 2020 SIKM berakhir, dia berharap tetap akan ada regulasi yang mengatur keluar masuk warga ke Jakarta. SIKM wajib dimiliki oleh masyarakat yang hendak masuk atau keluar wilayah DKI Jakarta. Tanpa surat ini, masyarakat akan diminta putar balik oleh petugas di pos-pos cek poin yang tersedia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00