Tim Gugus Tugas COVID-19 Kelurahan Semper Timur Pantau Pergerakan Pemudik

KBRN, Jakarta - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kelurahan Semper Timur akan memonitor pergerakan warga yang nekat melakukan perjalanan mudik lebaran di masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan kembali lagi ke Jakarta tanpa mengantongi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI Jakarta.

Untuk mendeteksi para pemudik juga melibatkan pengurus RT/RW, LMK, FKDM, Satpol PP, PPSU dan semua elemen masyarakat Kelurahan Semper Timur.

"Tim akan monitor dan melaporkan apabila ada warga yang bisa lolos dari check point dan sudah berada dirumahnya masing-masing. Saat ini, belum ada laporan terkait hal itu," terang Lurah Semper Timur, Cahyo Hudoyo saat dikonfirmasi, Rabu (3/6).

Ia menegaskan, jika ada warga pendatang pasca mudik lebaran yang berhasil masuk ke wilayah Kelurahan Semper Timur maka warga tersebut harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

"Pembiayaan atas kebutuhan pokok selama karantina berupa makan, minum dan kebutuhan dasarnya lainnya ditanggung oleh warga itu sendiri," ujarnya.

Sebagai efek jera terhadap warga yang nekat mudik, ia bersama Gugus Tugas COVID-19 tingkat RW akan menempelkan stiker yang bertuliskan rumah pendatang mudik dalam pengawasan karantina mandiri 14 hari.

"Kita akan tempelkan stiker itu dirumahnya biar mudah dimonitor. Nekat mudik di masa pandemi ini sangat rentan terjadinya penularan COVID-19," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00