Aturan Baru Batas Tarif Ojek Online Jabodetabek

Ilustrasi - Sejumlah pengendara ojol ikut dalam parade MotorGP di Istana Merdeka, Rabu 16 Maret 2022. Foto - ANTARA

KBRN, Jakarta: Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif ojek online berdasarkan tiga zona, dan khusus Jabodetabek dikenakan tarif minimal Rp 2.600 dan maksimal Rp 2.700 per km. 

Kebijakan itu berlaku paling lambat 10 hari setelah Keputusan Menteri Perhubungan No. KP 564/2022 terbit. Artinya, aturan tersebut bakal berlaku mulai 14 Agustus 2022.

Diatur juga biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 13.000-Rp 13.500.

Kemenhub menetapkan tarif dasar ojek online alias ojol yang besaran tarifnya akan dibagi menjadi tiga zona. Adapun Jabodetabek masuk dalam pentarifan Zona Dua.

“Sistem zonasi masih berlaku tiga zonasi,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno dalam keterangannya (8/8) yang kami  kutip dari kantor berita ANTARA.

Zonasi satu terdiri dari Sumatra, Bali dan Jawa (selain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) yang dikenakan batas bawah Rp 1.850 dan batas atas Rp 2.300.

Biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 9.250-Rp 11.500

Zona tiga yang meliputi  Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan sekitarnya, Maluku dan Papua batas bawahnya Rp 2.100 dan batas atasnya Rp 2.600 dengan biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 10.500-Rp 13.000

"Dengan adanya penyesuaian biaya jasa ini, perusahaan aplikasi wajib melakukan peningkatan standar pelayanan dengan tetap memberikan jaminan terhadap aspek keamanan dan keselamatan," kata Hendro Sugiatno.

Berikut besaran tarif baru ojek online per zonasi: 

Zona IBiaya jasa batas bawah sebesar Rp 1.850 per kilometer (km)Biaya jasa batas atas sebesar Rp 2.300 per kmBiaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 9.250-Rp 11.500

Zona 2Biaya jasa batas bawah sebesar Rp 2.600 per kmBiaya jasa batas atas sebesar Rp 2.700 per kmBiaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 13.000-Rp 13.500

Zona 3Biaya jasa batas bawah sebesar Rp 2.100 per kmBiaya jasa batas atas sebesar Rp 2.600 per kmBiaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 10.500-Rp 13.000

Bila dibandingkan dengan peraturan sebelumnya, Keputusan Menteri (KM) Nomor KP 348 Tahun 2019, maka biaya jasa minimal untuk seluruh zona tercatat naik.

Bagaimana tanggapan driver ojol ?

Aray salah satu pengemudi ojek online motor melakukan swafoto bersama rekan rekan sesama driver ojol di Jakarta ketika sedang menunggu orderan .IST
Aray salah satu pengemudi ojek online motor melakukan swafoto bersama rekan rekan sesama driver ojol di Jakarta ketika sedang menunggu orderan .IST

Puteri seorang pengemudi ojek motor online yang lebih banyak mengantar pesan antar kuliner menyebut : 'besaran kenaikannya saya belum tahu berapanya dan belum ada pemberitahuan sih dari perusahaan.'

Puteri terakhir merasakan kenaikan tarif dua tahun lalu  sebelum Covid.

"Kalau yang kemarin yang terakhir dari 7 ribu sekian lumayan menjadi 9 ribu sekian paling kecil. Kita kan ada minimum per kilometer,"ujar Puteri.

Masalah notifikasi kenaikan tarif diaplikasi beluma da namun peberitahuan ari kantor belum ada.

Sama seperti Puteri. pengemudi ojek online bernama Aray mengatakan belum dapat notifikasi dari kantor soal kenaikan tarif.

"Namun kalau ada kenaikan tarif saya sih setuju-setuju saja namun yang berharap ada bonus lagi agar sejahtera mitra yang lain termasuk kami,"ujar Aray.

Aray juga mengatakan teman temannya di komunitas belum ada yang tahu ada kenaikan tarif.

"Semua maka dari itu kami menanyakan apakah benar sudah naik atau belum. Tapi sekitar jam 9 pagi barusan  saya bawa orderan 12 kilimeter harganya 23 ribu pak," ucap Aray.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar