Ancaman rob di pesisir, BMKG: Situasinya masih dalam batas kewajaran jika melihat prediksi cuaca di wilayah utara Jakarta

Ilustrasi. Truk melintasi banjir rob di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa 7 Desember 2021. Akibat banjir rob di pelabuhan tersebut sejumlah aktivitas bongkar muat barang menjadi terhenti. foto-ANTARA

KBRN, Jakarta: Warga di pesisir utara Jakarta diminta mewaspadai kemungkinan banjir rob sepekan kedepan. Permintaan kewaspadaan disampaikan oleh Yuli Kartiningsih selaku Prakirawan Pusat Meterologi Maritim, BMKG meski menurut pantauan terakhir kondisinya tidak perlu ada yang dicemaskan.

"Situasinya masih dalam batas kewajaran jika melihat prediksi cuaca di wilayah utara Jakarta," ujar Yuli.

Menurutnya 'kondisi ini disebabkan karena bumi memasuki fase bulan purnama yang bersamaan dengan perigee atau kondisi jarak terdekat bulan ke bumi.'

Apa yang akan terjadi pada periode itu? Dijelaskan BMKG Jakarta Pusat Teknologi Maritim: "Kondisi ini menyebabkan peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum." 

Sebanyak lima kawasan pesisir Ibu Kota yang terdampak selama periode 7-13 Agustus 2022.

simak juga : podcast rri pro1 jakarta Lintas Jakarta Pagi | BMKG, Waspada banjir rob di pesisir jakarta sepekan kedepan

Seberapa buruk dampak yang bisa terjadi? menurut Yuli untuk wilayah Tanjung Priok 

ketinggian maksimumnya bisa mencapai 1,1 meter.

"Namun kondisi itu bisa diperparah dengan catatan apabila terjadi kondisi hujan lebat di wilayah utara Jakarta. Hanya saja sepekan kedeepan kondisinya masih dalam tahap wajar karena melihat fenomena banjir rob ini kan perulangan dari kalender penanggalan fase bulan,"pungkasnya.

BPBD DKI Jakarta juga sudah menyampaikan peringatan dini kepada warga terkait pasang air laut maksimum yang kemungkinan akan terjadi pada pukul 18.00 - 23.00 WIB dengan status waspada.

Adapun kawasan pesisir DKI Jakarta yang terdampak adalah:

1.Pademangan

2.Penjaringan

3.Pelabuhan Sunda Kelapa

4.Marunda 

5.Kepulauan Seribu 

Warga diminta menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112 jika menemukan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar