Menata PKL di Kota Tua, Bagaimana semestinya hadirkan ruang publik yang nyaman

Pengunjung menyambangi kios PKL di Lokasi Binaan Kota Intan, Jakarta Barat, pada Senin 18 Juli 2022. ANTARA

KBRN, Jakarta: Awal bulan Agustus ini menjadi momen yang krusial dalam upaya menata Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Tua di Jakarta Barat. Sebuah upaya menghadirkan ruang publik yang nyaman yang patut diapresiasi meski butuh konsep keadilan kata pengamat. 

"Dulu saya lama menjadi pedagang kaki lima di kawasan itu dan mohon maaf jika menggeser pedagang kaki lima mesti ada konsep agar mereka tidak kucing-kucingan dengan petugas," kata Mansyur Amin, Pendiri Sunda Kelapa Heritage.

Menurut Mansyur, Kawasan Kota Tua bukan hanya kawasan Taman Fatahillah disana ada Museum Sejarah Jakarta ada juga museum Keramik juga Museum Wayang. Kota Tua itu terbentang dari kawasan Glodok hingga Sunda Kelapa.

simak juga: Komunitas Sunda Kelapa Heritage Pesimis pemindahan PKL Kota Tua ke Lokbin Kota Intan menyelesaikan penataan PKL

"Bahkan kalau saya tidak salah ingat Kota Tua hingga ke Kepulauan Seribu. Kota Tua sangat grande. Disana ada pelabuhan, ada pergudangan kemudian masuk ke tengah ada pusat pemerintahan yaitu yang masyarakat kenal Taman Fatahillah,' kata Mansyur.

Di Jakarta, kawasan Kota Tua bukan hanya Museum Fatahillah
Di Jakarta, kawasan Kota Tua bukan hanya Museum Fatahillah

Semestinya awal bulan Agustus 2022 ini, kawasan Taman Fatahillah sudah tidak ada lagi PKL karena mereka dipindah ke Lokasi Binaan (Lokbin) salah satunya di kawasan Kota Intan, tidak jauh dari kawasan wisata Taman Fatahillah.

Sepekan lalu ke Taman Fatahillah Mansyur tidak melihat pedagang kaki lima. Mereka sudah dipindahkan ke kawasan Kota Intan.

"Hanya saja kapasitas lokasi binaan di Kota Intan tidak sebanding dengan jumlah pedagang kaki lima," kata Mansyur.

Selaku pendiri Sunda Kelapa Heritage yang peduli dengan benda benda cagar budaya dan seni budaya, Mansyur Amin berharap Pemerintah Propinsi DKI Jakarta punya konsep dalam penataan Pedagang Kaki Lima di sekitaran Taman Fatahillah.

"Saya belum update lagi jumlah tempat untuk relokasi, hanya saja dari dulu saya bilang penataannya itu tidak sepotong-sepotong,"ujarnya.

Kenapa ? "Kalau kita bicara Kota Tua, harusnya dagangan yang khas bukan barang dari pasar pagi atau dari Mangga Dua pindah ke Kota Tua," pungkasnya.

Pengelola kawasan Taman Fatahillah menyambut positif upaya pamong setempat yang melakukan penataan PKL. 

"Kami menyambut baik, hanya saja bagaimana penataan itu lebih baik ditanyakan ke pihak kecamatan," kata Kepala UPK Kota Tua, Dedy Tarmizi saat kami hubungi via telepon pada Jumat 5 Agustus 2022 pagi.

Kasatpol PP Jakarta Barat Agus Irwanto saat ditemui di kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat, pada Senin 1 Agustus 2022. ANTARA
Kasatpol PP Jakarta Barat Agus Irwanto saat ditemui di kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat, pada Senin 1 Agustus 2022. ANTARA

Terhitung mulai hari ini (Senin 1 Agustus 2022,red), seluruh PKL dilarang berdagang di Kota Tua dan diarahkan untuk berjualan di kawasan Lokbin Kota Intan.

Pernyataan tadi disampaikan Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Agus Irwanto seperti kami kutip dari Antaranews.

"Belum ada penindakan karena kita membangunnya adalah hubungan komunikatif, hubungan persahabatan yang humanis," kata  Agus Irwanto.

Sejauh ini, begitu Antaranews menulis, tidak banyak aktivitas PKL yang terlihat di kawasan Kota Tua. Hal tersebut karena sosialisasi pemindahan tersebut sudah dilakukan sejak enam bulan lalu.

"Kemarin kita masih kasih dispensasi untuk para pedagang," ujar Agus sambil berharap 'mendorong' pedagang ke lokbin, agar mereka juga bisa mencari nafkah.

Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Kota Tua mendapat sorotan dari Ali Mahsun Atmo selaku Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI).

"Saya tidak memahami secara rasional kenapa PKL di kawasan Taman Fatahillah dipindahkan ke Kota Intan. Lokasi wisata tanpa ada pedagang kaki lima rasa rasanya kok kurang manteb," kata Ali Mahsun.

baca juga: Asosiasi Pedagang Kaki Lima minta penataan PKL Kota Tua hadirkan ekonomi rakyat

Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) lanjut Ali,  tidak menolak relokasi PKL, hanya saja harus ada usaha ekonomi rakyat agar di lokasi baru. Ali tidak ingin saat PKL terusir kemudian tergantikan oleh usaha usaha kafe bermodal besar.

Diberitakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat menyediakan ratusan gerai di Lokbin Kota Intan untuk menampung 409 PKL Kota Tua. Lokbin itu berlokasi di Jalan Cengkeh, Taman Sari, Jakarta Barat.

Jaraknya tidak terlalu jauh dari kawasan Kota Tua. Warga hanya perlu berjalan kali sejauh 100 hingga 150 meter dari Kota Tua untuk menuju lokbin tersebut.

"Saya minta pendekatan menggeser pedagang kaki lima di Kota Tua tidak dilakukan dengan kekerasan dan semestinya Gubernur Anies Baswedan menghadirkan usaha ekonomi rakyat sebagai legacy kepemimpinannya di Jakarta," pungkas  Ali.Mahsun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar