Boleh Kurban Saat Wabah PMK? Ini kata MUI

KRBN, Jakarta – Wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) kini sedang menyerang hewan-hewan ternak di Indonesia. Sekjen MUI Amirsyah Tambunan memaparkan keabsahan melakukan kurban dengan keberadaan wabah PMK.

Pada Rabu (29/6) Amirsyah dalam Forum Merdeka Barat 9 menjelaskan bahwa hewan kurban yang terjangkit PMK boleh dikurbankan dengan beberapa kategori sesuai dengan Fatwa MUI No. 32 Bulan Mei. Kategori tersebut adalah:

- Jika hewan kurban mengalami gejala klinis PMK ringan (seperti keluar air liur) akan tetapi masih kuat dan sehat, maka sah untuk dikurbankan

- Jika gejala PMK pada hewan kurban mulai berat (seperti lesu dan tidak mau makan) hingga badannya kurus, maka tidak sah untuk dikurbankan

- Jika hewan kurban sudah divaksin dan sembuh pada rentang waktu 10-13 Dzulhijah (hari tasyrik), maka sah untuk dikurbakan

- Jika hewan kurban sakit lalu sembuh diluar hari tasyrik, maka hewan kurban tersebut tidak lagi dihitung sebagai kurban, namun sedekah biasa

-

Amirsyah berkata jika pertimbangan tersebut sudah dipatenkan dengan para ahli. Karna hewan kurban dengan gejala ringan belum menggugurkan kesahan kurban selama masih nampak sehat dan kuat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar