50 Persen Bayi di Indonesia Alami Ruam Popok

KBRN, Jakarta: Lebih dari 50% bayi yang menggunakan popok mengalami ruam, kondisi ini biasanya mulai terjadi pada usia 6-9 bulan. Demikian hasil penelitian dalam jurnal ilmu kebidanan oleh Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang (Poltekkes Kemenkes Semarang) pada November 2019.

Mengomentari hal itu dr. Rae Fernandez, Sp.A, mengatakan, ruam ini bisa terjadi karena iritan eksternal seperti kotoran, bahan dari popok, urin, mikroorganisme, dan gesekan yang disebabkan oleh popok yang berulang.

Ruam ini umumnya tidak berbahaya. Meski demikian, ruam popok dapat mengganggu kenyamanan sehingga bayi cenderung menjadi lebih rewel. Pada kasus tertentu, ruam popok membutuhkan penanganan dari dokter,” kata dr. Rae Fernandez, Sp.A, Kamis (2/12/2021)

Umumnya lanjut dr. Rae Fernandez, ruam terjadi akibat paparan urine dan tinja yang terkumpul di dalam popok., popok yang terlalu menggumpal, infeksi bakteri, atau penyakit kulit, seperti dermatitis seboroik atau dermatitis atopik. 

“Untuk itulah penting diketahui bagaimana memilih popok yang tepat sehingga dapat mencegah dampak negatif yang timbul seperti kulit sensitif pada bayi. Popok yang direkomendasikan adalah popok yang menggunakan bahan 100% SAP sehingga tidak menimbulkan ruam pada kulit sensitif bayi,” ujarnya.

Sementara itu  CEO Makuku Indonesia Jason Lee mengatakan, fokus pada masalah kesehatan kulit pada bayi di Indonesia itu pula yang menjadi salah satu alasan Makuku menghadirkan popok dengan struktur baru, yakni 100% SAP sehingga menghindari masalah kulit pada bayi. 

“Makuku Air Diapers hadir di Indonesia dengan struktur baru yakni 100% SAP sehingga tidak menggumpal sehingga lebih nyaman dan tidak bocor, hal ini tentu menjaga kulit bayi sensitif tetap terjaga,” kata Jason.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar