FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Membangun Daya Saing Milenial Muda Dengan Kompetisi Ide Bisnis Kewirausahaan

KBRN, Jakarta : Untuk membangun daya saing bagi para milenial muda, terkhususnya dalam bidang kewirausahaan, Universitas Esa Unggul bekerjasama dengan Academy of Entrepreneurs Australia, menyelenggarakan kompetisi ide bisnis, antar mahasiswa dari 12 negara termasuk  Indonesia.

Ajang yang diselenggarakan dari bulan Juli hingga Oktober ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi bisnis di era digitalisasi. Dengan diadakannya acara ini, para milenial muda dapat bersaing dan menumbuhkan ekosistem bisnis digital. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid, pada acara Media Dialogue Idea to Business  Competition 2021  di  Universitas  Esa  Unggul, Jakarta Barat, Senin (25/10/2021). 

“Ini penting bagi generasi muda kita agar anak-anak muda, terkhususnya yang kuliah dapat terus menumbuhkan inovasi dan daya saing. Karen kunci di dunia global itu ada dua, yaitu Inovasi  dan  daya  saing,”  jelas  Jazilul  Fawaid. 

Acara ini diharapkan dapat memotivasi sumber daya muda untuk ikut bersaing. Jazilul juga menyampaikan  bahwa  kegiatan  ini  cukup  progresif  untuk  meningkatkan  minat  mahasiswa. 

Salah satu pemenang dalam kompetisi ini, Muhammad Khaidir Ali, mengungkapkan bahwa Ia bertekad untuk memenangkan kompetisi ini bersama dengan tim. Sebagai juara 2 pada kategori The Best Potential Impact Environment, Al berharap agar kompetisi seperti ini bisa terus diselenggarakan pada tahun berikutnya. Dengan ide menciptakan produk styrofoam dari limbah daun pinang, Al berharap produknya dapat dipakai di dunia kuliner untuk menjaga  kebersihan  lingkungan  dan  berharap  ide  yang  dia  miliki  dapat  direalisasikan. 

“Semoga acara ini dapat diselenggarakan kembali di tahun berikutnya, sehingga kami generasi  muda  bisa  terlatih  dalam  membuat  ide  bisnis,’'  ujar Ali. 

Kompetisi ide bisnis ini diikuti oleh 12 negara, yaitu Jepang, Malaysia, Costa Rica, Belanda, Mexico, Vietnam, Taiwan, Perancis, India, Korea Selatan, Ekuador, dan Indonesia.

Rangkaian acara ini diselenggarakan selama 5 minggu dengan pelatihan yang telah disiapkan. Acara ini dianggap dapat mewujudkan ekosistem, pengetahuan teknologi untuk dapat menopang inovasi dan daya saing. Tanpa adanya goodwill politik dan hanya sekedar kebijakan  di  atas  kertas,  maka  ekosistem  tersebut  tidak  akan  terealisasi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00