FOKUS: #PPKM MIKRO

Satu Tahun Rumah Budaya, KSBN Bertekad Melestarikan Seni Budaya Tanah Air

KBRN, Jakarta : Pandemi tidak menghalangi para penggiat seni dan budaya untuk selalu melestarikan seni dan budaya Nusantara. Walaupun berdiri di tengah pandemi, Rumah Budaya Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) merayakan hari ulang tahunnya yang pertama pada September 2021 ini. Perayaan dan Festival Batik Nusantara menjadi puncak acara pada 23 September 2021 di Rumah Budaya KSBN beralamat di Jl. Mandor Hasan No. 8, Cipayung.

Dimulai pada tahun 2017, sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan baru disahkan pada tahun 2017, Mayor Jendral (Purn) Hendardji Soepandji mendirikan Komite Seni Budaya Nusantara pada 2 Februari 2017 dan sekaligus menjadi Ketua Umum KSBN. Untuk mendukung dan turut serta melestarikan budaya serta artefak kebudayaan, KSBN mendirikan Rumah Budaya di Jakarta Timur.

Dengan motivasi untuk melestarikan seni budaya dan mempersatukan bangsa, Rumah Budaya KSBN didirikan hingga menjadi pusat aktivitas kegiatan seni budaya dari Sabang sampai Merauke yang berada di Jakarta. 

“Motivasi untuk pendirian Rumah Budaya ini yaitu untuk melestarikan seni budaya dan mempersatukan bangsa, Rumah Budaya KSBN didirikan hingga menjadi pusat aktivitas kegiatan seni budaya dari Sabang sampai Merauke yang berada di Jakarta,” ungkap Hendardji.

Hendardji berharap, dengan didirikannya Rumah Budaya KSBN ini, dapat menjadi sarana pengembangan seni dan budaya Nusantara tanpa adanya batas apapun dari seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

“Semoga menjadi sarana untuk mengembangan seni budaya Nusantara. Yang penting budaya Indonesia hidup, serta sebagai sarana interaksi komunikasi antar seni budaya dan seni tradisi yang ada di Indonesia. Kita harus melestarikan dan menghidupkan kembali 823 suku yang ada di Indonesia” jelas Hendardji.

Sama halnya dengan yang disampaikan oleh Mayjen (Purn) Hendardji Soepandji, Arief Son Salim selaku Ketua Pengelola Rumah Budaya KSBN mengungkapkan bahwa pendirian rumah budaya ini bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai budaya yang ada di Indonesia

“Rumah budaya ini adalah bagian yang berguna untuk mengembangkan nilai-nilai budaya yang ada di Indonesia,” jelas Arief Son.

Arief Son juga berharap setelah selesainya pandemi ini, Rumah Budaya KSBN dapat menjadi destinasi wisata budaya di Jakarta dan dapat melaksanakan acara serta festival kebudayaan untuk memperkenalkan budaya tiap provinsi yang ada di Tanah Air.

Walaupun beraktifitas di tengah pandemi, Rumah Budaya yang berada di bawah KSBN, tetap melaksanakan kegiatan yang kebudayaan. Penampilan tari tradisional yang disiarkan secara daring ke Chile, hingga pelaksanaan lomba mendongeng untuk para guru TK se nasional. Acara ini diikuti lebih dari 100 orang guru TK dan disiarkan melalui Intagram Live.

Terdapat 20.000 lebih anggota yang bergabung pada KSBN hingga saat ini. Salah satu anggota KSBN mengungkapkan bahwa Ia turut bersyukur dengan didirikannya rumah budaya ini. Dimana para generasi berikutnya dapat berpartisipasi untuk melestarikan seni budaya tanah air.

“Masuk ke KSBN karena bagian dari seni dan budaya di Walikota Jakarta Timur untuk forum pembauran kebangsaan, Say adalah korbidnya dan pak Hendardji adalah senior kami dan pemrakarsa seni dan budaya dan beliau gigih. Saya sangat berterima kasih dengan rumah budaya ini sehingga kebudayaan bisa dilestarikan oleh generasi baru sehingga adek-adek bisa merasakannya” ucap Henis pemenang juara harapan 1 dengan menggunakan busana parang lasem dari Jawa Tengah.

Rumah Budaya KSBN mengoleksi pakaian adat, kain tradisional seperti batik, songket, alat musik dan artefak kebudayaan. Buka dari hari Rabu hingga Minggu, dimana para pengunjung dapat melihat berbagai koleksi baju adat, kain tradisional, dan alat musik tradisional Sabang sampai Merauke.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00