PHRI Minta Kebijakan PPKM di Kabupaten Bogor Dikaji Lebih Bijak

KBRN,JAKARTA:  Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Bogor mulai menuai reaksi keras dari sejumlah pihak, salah satunya dari para pelaku usaha pariwisata.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Budi Sulistyo menyampaikan, bahwa penerapan PPKM yang belum jelas sampai kapan akan berakhir ini telah merepotkan para pelaku usaha wisata di Bogor. 

"Selama penerapan PPKM ini, pengunjung hotel di kami anjok, bahkan tidak sampai 5 persen. Karyawan pun sudah kami libur liburkan," keluhnya, pada saat melakukan audiensi dengan para Pimpinan DPRD Kabupaten Bogor. Senin, (02/08/21).

Untuk itu lanjutnya, pemerintah saat ini harus lebih bijak dalam memberikan peraturan pembatasan disektor pariwisata. Karena, dibukanya lagi hotel dianggap tidak akan berdampak besar terhadap pengunjung dan paparan virus Covid-19.

“Yang terpenting sekarang ini bagaimana kita bisa menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi dan kesehatan. Apalgi hotel dan restoran ini kan sudah melakukan Protokol Kesehatan, CHSE sudah dijalani, pegawainya pun sudah divaksin. Jadi berkunjung harusnya sudah aman. Orang-orang kan gak berani dateng kalau hotelnya tidak menerapkan prokes,” ujarnya.

Sehingga kami di PHRI meminta pemerintah daerah untuk mengkaji ulang pemberlakuan pembatasan di sektor perhotelan dan restoran selama pandemi covid-19.

“Kami minta kebijakan supaya hotel tetap berjalan dan beroperasi. Kasian karyawan, karena penghasilan dari situ, khawatir juga nanti ribuan orang kalau tetap seperti ini,” kata Budi.(ars)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00