FOKUS: #PPKM MIKRO

Aktivis 98 : Tidak Benar Ada Anak Petinggi Terlibat Bisnis Ivermectin

KBRN, Jakarta : Ketua Barikade 98 Jabar, Budy Hermansyah mengatakan, tuduhan putri dari Jenderal Purn TNI Moeldoko yang terlibat bisnis Ivermectin adalah tidak benar. 

" Tuduhan itu tidak benar karena Moeldoko saat ini kerja keras membantu Jokowi selamatkan rakyat dari ancaman kematian akibat Corona," kata Budy Hermansyah Ketua Barikade 98 Jabar,  Minggu (25/07/2021).

Semua tuduhan ICW tersebut telah dibantah Moeldoko. "Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah tudingan yang disampaikan Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait kedekatan dengan PT Harsen, produsen obat Ivermectin. Moeldoko menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar. “Itu tuduhan ngawur dan menyesatkan,” kata Moeldoko dalam keterangan tertulis, Kamis (22/7/2021) di Jakarta. 

Sebelumnya ICW melalui sejumlah media menuduh putri bungsu Moeldoko, Joanina Novinda Rachma, punya kedekatan dengan pihak PT Harsen, produsen obat Ivermectin. ICW menyebut Joanina punya hubungan bisnis dengan Sofia Koswara. Sofia berperan membantu PT Harsen dalam memperkenalkan Invermectin ke publik. 

Abdul Salam Nur Ahmad Sekjen Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis  98 mengatakan "Ada motif apa dan tujuan apa dibalik ICW menyerang memfitnah Moeldoko yang tengah bekerja berjuang memperkuat langkah kebijakan Presiden Jokowi dalam menangani pandemi Covid 19. Salah satunya Ivermectin merupakan salah satu obat yang dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi Covid 19. Sehingga untuk menghindari monopoli dan permainan,  BUMN harus memproduksi Ivermectin tersebut. Sangat aneh dan ironis malah langkah Moeldoko tersebut diserang dan difitnah oleh ICW".

Dukungan Moeldoko agar Ivermectin diproduksi BUMN sejalan dengan langkah Meneg BUMN Erick Tohir dengan gerak cepat BUMN terkait memproduksi Ivermectin jangan sampai langka dipasaran atau dipermainkan para mafia penimbun obat obatan, sekaligus sebagai langkah penyelamatan rakyat dari serangan virus Corona, kata Abdul Salam Nur Ahmad

Anto Kusumayuda selaku Ketua Umum PPJNA 98 menambahkan "Kalau dicermati akhir akhir ini manuver ICW justru selalu provokatif menciptakan instabilitas sosial politik, bukannya dalam situasi pandemi ini ikut andil membantu pemerintah mensukseskan penanganan pandemi Covid-19", pungkas Anto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00