Komunitas ojek online tolak aksi long march 24 Juli ke Istana Negara

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil (kanan) bersama Ketua Umum Aliansi Driver Grabbike Indonesia (ADGI 01) Maul, Jumat (23/7).

KBRN, Jakarta: Persatuan komunitas pengemudi ojek online, sepakat tidak akan terlibat dalam aksi 24 Juli 2021. Video ajakan melakukan aksi long march, bentuk penolakan terhadap PPKM Darurat dari Glodok-Istana Negara itu, viral di media sosial.

Atas beredarnya video tersebut, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran melakukan koordinasi dengan komunitas ojek online Grab Depok Bersatu (GDB) dan pihak aplikator ojol di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (23/7/2021).

Adapun poin-poin hasil pertemuan antara Kapolda Metro Jaya dengan GDB, sebagai berikut.

1. GDB sepakat tidak akan turut AKSI tanggal 24 Juli 2021 dikarenakan GDB mematuhi dan menghargai para petugas PPKM yang di lapangan dan GDB tidak mau membuat cluster baru Covid-19.

2. Selama PPKM Darurat Perintah Kapolda Metro Jaya ojol tetap boleh melintas.

3. Kapolda Metro Jaya memerintahkan kepada jajarannya untuk mendata masyarakat (ojol) pada khususnya yang belum mendapatkan Bantuan sosial dari pemerintah.

4. Polda Metro Jaya akan menggandeng pihak aplikator ojek online agar aplikasi Grab terintegrasi dengan Panic Buttto TMC Polda Metro Jaya.

Ketua Umum Aliansi Driver Grabbike Indonesia (ADGI 01) Maul menegaskan bahwa pihaknya sejak awal tidak terlibat dengan pembuatan video ajakan aksi long march tersebut. Oleh sebab itu, kata Maul, GDB menolak untuk dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dalam aksi tersebut.

"Kami ngga tahu siapa yang menyebarkan video ajakan aksi itu. Mungkin mereka (oknum) melihat aksi ojol di Bandung kemarin berhasil menyita perhatian publik. Sehingga ingin dimanfaatkan," kata Maul kepada RRI, Jumat (23/7/2021).

Terkait bantuan sosial pengemudi ojol, Maul menyebutkan, Fadil Imran telah memerintahkan jajaran Kapolres dan Kapolsek bersama Pemda terkait untuk mengintervensi ojol yang belum mendapatkan bansos di wilayah hukum masing-masing.

"Temen-temen ojol yang belum dapet bansos diminta setor data ke Polres atau ke Polsek," tandasnya. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00