PSI Desak Pemprov DKI Tarik Rem Darurat

KBRN, Jakarta : Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendesak Pemprov DKI Jakarta segera menarik rem darurat dan mengetatkan aturan pembatasan sosial. Langkah ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi laju penularan Covid-19 yang semakin tidak terkendali.

“Jangan sampai terlambat lindungi warga, segera tarik rem darurat. Laksanakan PSBB ketat agar lonjakan kasus Covid-19 bisa diredam, jangan sampai menyesal belakangan,” ujar Sekretaris Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anthony Winza.

Menurutnya, saat ini kondisi Jakarta sudah di ambang garis kritis dimana penambahan harian kasus positif Covid-19 melonjak hingga 2700 kasus, persentase keterpakaian bed rumah sakit juga meningkat tajam, menjadi sekitar 78 persen untuk ruang isolasi, dan 71 persen untuk ruang ICU.

Karena itu, Anthony meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk turun tangan, sebelum tenaga medis ‘angkat tangan’ kewalahan dan terpaksa menolak warga terinfeksi yang butuh pelayanan medis akibat penuhnya kapasitas.

“Sebagai perbandingan saja, dari 19.000 kasus aktif di Jakarta hanya tersisa kurang dari 50 ruang rawat ICU berventilator, apa harus menunggu semua ruang rawat penuh dan sistem rumah sakit kolaps baru Gubernur Anies ambil tindakan tegas? Kita harus bantu tenaga medis kita dan selamatkan warga,” pungkas Anthony.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00