Kota Depok Dapat 600 Unit Renovasi Rutilahu dari Pemprov Jabar

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Pemprov Jawa Barat Boy Iman

KBRN, Jakarta: Dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perumahan dan Permukiman meluncurkan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) tahun 2021 sebanyak 31.500 unit, se Jawa Barat.

Dimana sebanyak 600 unit Rutilahu diantaranya diperuntukkan untuk Kota Depok. Masing-masing unit Rutilahu mendapatkan bantuan renovasi sebesar Rp17.5 juta.

"Dari total 31.500 unit Rutilahu se Jabar 2021, untuk Kota Depok kebagian 600 unit," kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Pemprov Jabar Boy Iman, saat dikonfirmasi RRI, Jumat (26/2/2021).

Calon Penerima (CP) manfaat Rutilahu di Kota Depok merupakan usulan BKM maupun LKM kelurahan dengan hasil verifikasi dinas teknis terkait.

Kemudian, dana Rutilahu Rp17.5 juta per unit itu akan dikirimkan ke rekening BKM atau LKM kelurahan. BKM maupun LKM yang akan mengelola dana tersebut sampai kegiatan fisik selesai sesuai dengan perencanaan yang diusulkan.

"Jadi yang Rp17.5 juta itu nantinya oleh BKM atau LKM akan digunakan untuk membeli material Rp16.5 juta, upah tukang Rp700 ribu dan administrasi BKM maupun LKM Rp300 ribu. Semuanya BKM atau LKM yang mengelola," kata Boy.

Di Kota Depok ada sebanyak 19 kelurahan yang mendapatkan bantuan dana Rutilahu dari Pemprov Jabar, yaitu.

1. Kelurahan Beji, 30 unit.

2. Kelurahan Tanah Baru, 30 unit.

3. Kelurahan Kukusan, 30 unit.

4. Kelurahan Pondok Cina, 30 unit.

5. Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, 30 unit.

6. Kelurahan Cilangkap, 30 unit.

7. Kelurahan Tugu, 30 unit.

8. Kelurahan Rangkapan Jaya, 20 unit.

9. Kelurahan Pondok Jaya Baru, 30 unit.

10. Kelurahan Tirtajaya, 30 unit.

11. Kelurahan Grogol, 30 unit.

12. Kelurahan Sukamaju, 30 unit.

13. Kelurahan Curug, 50 unit.

14. Kelurahan Sawangan Baru, 30 unit.

15. Kelurahan Kalimulya, 50 unit.

16. Kelurahan Jatimulya, 30 unit.

17. Kelurahan Pasir Gunung Selatan, 30 unit.

18. Kelurahan Pancoranmas, 30 unit.

19. Kelurahan Sukatani, 30 unit.

Untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaannya, pihaknya, lanjut Boy, memiliki tim teknis Kabupaten/Kota. Dan tim teknis ditingkat desa yang melibatkan Kepala Desa/Lurah, Binmas dan Babhinkamtibmas.

"Disamping itu kami juga dibantu oleh tim teknis Kabupaten/Kota," katanya.

Selain itu, dari tingkat Provinsi pihaknya juga memiliki tenaga fasilitator lapangan, dimana satu orang mengawasai kurang lebih antara 30-40 unit rumah.

Baca Juga: Bangkitkan Ekonomi Lokal, Pemprov Jabar Renovasi 31.500 Rutilahu Tahun 2021

Boy berharap, investasi ini dapat dirasakan manfaatnya bagi daerah yang menyelenggarakan Rutilahu. Oleh sebab itu, BKM maupun LKM diminta untuk mempekerjakan tukang dari warga setempat dan membeli material bangunan dari toko material setempat.

"Kalau ada pengrajin bata di sekitar kita, ya beli dari situ aja ngga usah pakai bata hebel. Kemudian juga kalau ada warga sekitar pengusaha pasir, diupayakan membeli pasir dari mereka daripada beli dari luar," tandasnya. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00