Bangkitkan Ekonomi Lokal, Pemprov Jabar Renovasi 31.500 Rutilahu Tahun 2021

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

KBRN, Jakarta: Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman kembali meluncurkan Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) tahun 2021 sejumlah 31.500 unit. 

Tak tanggung-tanggung, dana yang dikucurkan pun terbilang cukup fantastis mencapai Rp560 miliar. Dana ini bersumber dari pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) guna merangsang pertumbuhan ekonomi di 27 Kabupaten/Kota Se Jawa Barat. Salah satunya adalah Kota Depok. 

"Rutilahu itu, merupakan program strategis Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sampai saat ini. Karena sudah menjadi komitmen, walaupun dalam masa pandemi Covid-19 gubernur terus mengupayakan agar program ini terus berlanjut," kata Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Pemprov Jabar Boy Iman, kepada RRI, Jumat (26/2/2021). 

Kegiatan Rutilahu ini merupakan salah satu kegiatan yang diharapkan dapat menjadi stimulus kegiatan ekonomi di Kabupaten/Kota maupun daerah yang menjadi tempat Keluarga Calon Penerima (CP) manfaat, Calon Lokasi (CL). 

"Sehingga, Pak Gubernur Ridwan Kamil dengan komitmennya, dengan memanfaatkan dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sehingga kegiatan perbaikan Rutilahu masih berlanjut sampai tahun 2021," katanya. 

Setiap unit Rutilahu akan mendapatkan dana Rp17.5 juta. 

Calon Penerima (CP) Rutilahu merupakan usulan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), Lembaga Ketahanan Masyarakat (LKM) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) masing-masing kelurahan/desa, dengan hasil verifikasi dari dinas teknis Kabupaten/Kota. 

"Jadi dana Rutilahu akan di transfer ke BKM, LPM maupun LKM. Mereka yang mengelola dana itu. Sementara Keluarga Calon Penerima (CP) Rutilahu hanya menerima manfaat dalam bentuk fisik, setelah semuanya selesai dikerjakan dibawah pengelolaan LPM, BKM maupun LKM," ujar Boy. 

Nantinya, dana Rp17.5 juta itu akan digunakan untuk belanja material Rp16.5 juta, upah tukang Rp700 ribu dan administrasi BKM, LKM, maupun LPM Rp300 ribu. 

Merangsang Pertumbuhan Ekonomi 

Investasi ini diharapkan bergulir secara lokal, oleh sebab itu, Boy meminta, pertama, BKM, LPK, maupun LKM harus mengupayakan menggunakan material lokal. 

"Misalnya tidak harus pakai bata hebel, kalau memang disana ada pengrajin batako atau tukang batu bata ya kita pakai batu bata saja, ngga usah pakai hebel," tutur Boy. 

Kedua, setiap unit Rutilahu bakal menyerap 3 sampai 4 orang tenaga kerja atau tukang. Ia meminta LPM, BKM maupun LKM agar menggunakan sumber daya manusia setempat sebagai tukang. 

"Hitung saja dari 31.500 unit Rutilahu kalau dikerjakan masing-masing 4 orang tukang, maka akan ada sebanyak 126 ribu penyerapan tenaga kerja," tuturnya lagi. 

Ketiga, Boy juga meminta agar LPM, BKM  LKM memanfaatkan potensi ekonomi yang ada dilingkungannya. Misalnya, jika membutuhkan besi atau pasir untuk kegiatan Rutilahu, sebaiknya membeli besi, pasir itu dari toko besi yang ada di sekitar. 

"Agar investasi tidak sia-sia dan bisa meningkatkan geliat ekonomi masyarakat setempat," ujarnya lagi. 

"Sedangkan manfaat bagi keluarga Calon Penerima (CP) diharapakan, dengan perbaikan rumah tidak layak huni ini dengan rumah yang sehat, penghuninya sehat, produktifitasnya meningkat, pendapatannya meningkat dan pada akhirnya kesejahterannya meningkat," pungkasnya. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00