FOKUS: #SRIWIJAYA AIR

Ahli Waris 12 Korban Tragedi Sriwijaya Air Menerima Hak Santunan

KBRN, Jakarta: Sampai dengan Jumat 15 Januari 2021 Tim DVI Polri telah mengumumkan hasil identifikasi 12 (dua belas) penumpang yang menjadi korban kecelakaan jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yaitu:

1. Okky Bisma (Jakarta);

2. Fadli Satrianto (Jawa Timur);

3. Khasanah (Kalimantan Barat);

4. Asy Habul Yamin (Kalimantan Barat);

5. Indah Halimah Putri (Sumatera Selatan);

6. Agus Minarni (Kalimantan Barat);

7. Pipit Piyono (Lampung);

8. Yohanes Suherdi (Kalimantan Barat);

9. Ricko (Kalimantan Barat);

10. Supianto (Kalimantan Barat);

11. Ihsan Adhlan Hakim (Kalimantan Barat);

12. Fa Mia Tresetyani Wadu (Bali).

Sehubungan dengan hal tersebut Budi Rahardjo  Direktur Utama                 PT Jasa Raharja sebagai Member of Indonesia Financial Group (IFG) menyampaikan, atas nama  Dewan Komisaris, Direksi, dan keluarga besar PT Jasa Raharja turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban.

Menindaklanjuti hal tersebut Jasa Raharja menghubungi dan melakukan kunjungan kembali kepada keluarga korban untuk mengkomunikasikan kepada pihak keluarga korban perihal persiapan penyerahan santunan kepada ahli waris korban sesuai ketentuan yang berlaku. 

Amos Sampetoding Direktur Operasional PT Jasa Raharja menambahkan atas langkah tersebut, hari ini Jumat (15/1) Jasa Raharja menyerahkan santunan secara serentak di 3 Propinsi yaitu Lampung, Kalimantan Barat dan Bali kepada 6 ahli waris korban yang diumumkan teridentifikasi pada hari Kamis (14/1/'21).

“Penyerahan dilakukan oleh Kepala PT Jasa Raharja masing-masing Propinsi bersama Instansi terkait dan Forkompinda setempat melalui mekanisme transfer ke rekening ahli waris dan diserahkan secara simbolis kepada ahli waris", ujarnya.

Amos lebih lanjut menyatakan sampai dengan saat ini dari 12 korban yang telah diumumkan teridentifikasi oleh DVI Polri semuanya telah diselesaikan dan diserahkan santunan oleh Jasa Raharja sebagai berikut :

1. Okky Bisma kepada istri sebagi ahli waris;

2. Fadli Satrianto kepada orang tua/ayah sebagai ahli waris;

3. Khasanah kepada suami sebagai ahli waris;

4. Asy Habul Yamin kepada istri sebagai ahli waris;

5. Indah Halimah Putri kepada orang tua sebagai ahli waris;

6. Agus Minarni kepada anak sebagai ahli waris;

7. Pipit Piyono kepada istri korban sebagai ahli waris;

8. Yohanes Suherdi kepada istri korban sebagai ahli waris;

9. Ricko kepada istri korban sebagai ahli waris;

10. Supianto  kepada orang tua korban sebagai ahli waris;

11. Ikhsan Adhlan Hakim kepada orang tua korban sebagai ahli waris

12. Fa Mia Tresetyani Wadu kepada orang tua sebagai ahli waris.

“Setiap korban meninggal dunia memperoleh santunan sebagai bentuk Perlindungan Dasar Pemerintah sebesar Rp50 juta rupiah sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI No. 15 Tahun 2017. Dalam hal ini penyelesaian Jasa Raharja kurang dari 24 jam sejak pengumuman teridentifikasi oleh DVI Polri” tegas Amos. 

Hal ini merupakan komitmen Jasa Raharja untuk memberikan pelayanan terbaik, mudah, cepat dan tepat sebagai wujud Negara hadir bagi korban kecelakaan alat angkutan umum dan dapat meringankan beban bagi keluarga yang ditinggalkan. Cepatnya pelayanan Jasa Raharja juga didukung oleh kerjasama dari pihak keluarga korban dan juga sinergi dari instansi/lembaga mitra kerja strategis Jasa Raharja.**

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00